JAKARTA - Dalam sepekan ke depan, IHSG diprediksi berada pada rentang support 4.645-4.705 dan resistance 4.823-4.838. Tiga belas saham dapat rekomendasi untuk jadi perhatian investor.
Pada perdagangan Jumat (1/3/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 15,82 poin (0,33%) ke angka 4.811,613. Intraday terendah 4.777,975 dan tertinggi 4.817,914. Angka ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah Bursa Efek Indonesia (BEI).
Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi meningkat. Investor asing mencatatkan net buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net sell.
Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 4.645-4.705 dan resistance 4.823-4.838 dalam sepekan ke depan. “IHSG membentuk pola seperti white marubozu lewati upper bollinger bands,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Moving Average Convergence-Divergence (MACD) bergerak naik dengan histogram positif yang memanjang. The Relative Strength Index (RSI), William's %R, dan Stochastic telah melewati area overbought.
“Pada minggu kemarin, IHSG kembali menabrak target resistance kami dan berhasil melampaui jauh di level 4.667-4.684 sehingga kami akan kembali naikkan target resisten selanjutnya,” ujarnya.
Apakah masih ada ruang untuk kembali dilampaui? “Kita akan lihat bagaimana laju IHSG pada pekan depan dan sentimen-sentimen yang mempengaruhinya,” tuturnya.
Jika nantinya target resistance tersebut gagal tercapai, perlu diwaspadai potensi downreversal. “Terlihat bahwa sepanjang pekan kemarin rilis berita emiten, baik yang unaudited dan audited kembali marak menghiasi berbagai macam media sehingga dapat memberikan gambaran kepada pelaku pasar mengenai kinerjanya sepanjang 2012,” papar dia.
Belum lagi, ada pula emiten yang berencana membagikan dividen seperti PT Holcim Indonesia (SMCB), PT Astra International (ASII), PT Nippon Indosari Corporindo (ROTI), dan lainnya. “Sentimen-sentimen inilah yang kiranya mempengaruhi lonjakan fantastis IHSG,” tuturnya.
Lalu, kinerja dari para emiten memberikan respons yang luar biasa. Misalkan saja, kinerja dari beberapa emiten perbankan yang di atas estimasi kami. Kenaikan laba dari PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) sebesar 23,56%, PT Bank Danamon (BDMN) 21,77%, dan PT Bank Mandiri (BMRI) 26,60% berhasil melampaui estimasi sebesar 18-20%. “Itu baru yang kami rekap,” ucap dia.
Belum lagi, kinerja perbankan lainnya yang bisa saja di atas estimasi. Bahkan emiten seperti PT Tower Bersama Infrastructur (TBIG) pun berhasil melampaui jauh estimasi dalam perolehan laba di mana naik 77,49% dari perkiraan 25%.
“Masih ada emiten-emiten lainnya yang belum kami rekap namun, kami perkirakan akan menghasilkan kinerja yang bisa melampaui estimasi,” kata Reza. Hal ini terlihat di lapangan bagaimana reaksi pelaku pasar terhadap ekspektasi rilis kinerja tersebut.
Dalam sepekan ke depan, beberapa data ekonomi yang akan menjadi perhatian sentimen adalah HSBC Manufactruing PMI & Consumer Price Index (CPI) Korea Selatan; Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang; Building Approvals, Interest Rate, & Retail Sales Australia; HSBC Service PMI China; Markit Comp. PMI Perancis; Retail Sales & PDB Eropa; Interes Rate & Stimulus BoE Inggris, ISM Non-Manufacturing Index, Initial Jobless Claims, Nonfarm Productivity, Unemployment Rate, & Factory Orders AS, dan lainnya.
Reza menegaskan, semakin tinggi IHSG melaju, keingginan profit taking akan semakin besar dan peluang untuk terjun bebas makin terbuka lebar. “Untuk itu, selalu mewaspadai adanya potensi pembalikan arah dan jangan terlalu terlena dengan eforia kenaikan yang terjadi,” kata dia mewanti-wanti.
Selain itu, lanjut dia, cermati juga sentimen dari masih adanya rilis kinerja para emiten, khususnya lokal. Jumlah emiten ada lebih dari 400-an, sementara yang telah menyampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) baru 24 emiten sehingga masih banyak lagi yang belum menyampaikan.
Untuk sektoral, dia memperkirakan, sektor infrastruktur, manufaktur, keuangan, dan properti masih akan menggerakkan IHSG.
Saham-saham pilihan Reza dalam sepekan ke depan adalah PT Alam Sutera Realty (ASRI), PT Lippo Karawaci (LPKR), PT Adhi Karya (ADHI), PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), PT Indosat (ISAT), PT AKR Corporindo (AKRA), PT Astra International (ASII),
PT Ramayana Lestari Sentosa (RALS), PT Unilever Indonesia (UNVR), PT Kimia Farma (KAEF), PT Bank Pan Indonesia (PNBN), PT Bank Tabungan Negara (BBTN) dan PT Bank Himpunan Saudara (SDRA). Sumber | inilah