JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Perjalanan Wisata Indonesia atau Asita memrediksikan pengusaha yang bergerak pada sektor pariwisata akan terus bertambah seiring pospek bisnis itu yang relatif cerah.
Ketua Asita Asnawi Bahar mengatakan kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik yang terus tumbuh menjadi indikator sektor pariwisata masih prospektif.
"Asita menyetujui sekitar 30 agen [pariwisata] baru setiap minggunya. Kami yakin jumlah pemain pada sektor ini terus bertambah," katanya kepada Bisnis, Minggu (16/9).
Dia mengatakan pengajuan agen baru terbanyak berasal dari wilayah DKI Jakarta. Asita saat ini memiliki anggota mencapai 7.000 perusahaan secara nasional.
Menurutnya, Indonesia memiliki banyak destinasi wisata menarik yang berpotensi mendatangkan wisatawan baik mancanegara maupun domestik.
"Kami yakin setiap masyarakat Indonesia pasti melakukan perjalanan minimal satu tahun sekali. Ini kan potensi yang bisa digarap oleh agen," katanya.
Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah dan pelaku usaha perlu terus berupaya mempromosikan destinasi wisata untuk menarik minat turis berlibur.
Dia mengatakan perlu adanya pola promosi secara komprehensif agar wisatawan bisa mengenal apa saja destinasi unggulan di Indonesia.
"Bali sudah terkenal, sehingga perlu fokus mempromosikan daerah lainnya. Malaysia melakukan strategi itu, ketika ingin menampilkan suatu objek wisata seluruh kegiatan promosinya diarahkan pada destinasi tersebut," katanya.
Royanto Handaya, President Director Panorama Tours Indonesia mengatakan prospek industri pariwisata Indonesia tetap cerah walaupun kondisi Eropa sedang terganggu.
"Kunjungan wisman terus tumbuh. Ini menandakan kalau industri pariwisata Indonesia masih cerah," ujarnya.
Roy mengatakan meningkatnya daya beli masyarakat dalam negeri juga ikut memacu pertumbuhan perjalanan wisata setiap tahunnya.
Sumber : Bisnis