Beranda»Agribisnis»Terkena banjir, petani Aceh Selatan terima bantuan bibit jagung dan padi

Terkena banjir, petani Aceh Selatan terima bantuan bibit jagung dan padi

BISNIS ACEH
Rabu, 15 Mei 2013 16:26 WIB

[FOTO : antaranews]">FOTO : antaranewsIlustrasi sawah terkena banjir

TAPAKTUAN - Pemerintah Provinsi Aceh memberi bantuan sarana pertanian berupa bibit padi dan jagung kepada petani di Kabupaten Aceh Selatan agar kembali bangkit setelah tanaman mereka rusak akibat banjir yang melanda wilayah itu sejak Sabtu (11/5).

Bantuan bibit tersebut secara simbolis diserahkan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh Razali Adami kepada Bupati Aceh Selatan Teuku Sama Indra di Air Jernih, Kecamatan Trumon Tengah, Aceh Selatan, Rabu (15/5).

Penyerahan bantuan tersebut turut disaksikan Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf di sela-sela meninjau lokasi banjir di beberapa wilayah di Kabupaten Aceh Selatan yang terjadi empat hari lalu itu.

Razali menyatakan bantuan berupa bibit padi 6 ton tersebut nantinya dibagi-bagikan kepada petani yang sawahnya terkena banjir yang mengakibatkan tanaman padi yang masih muda mengalami kerusakan.

Kemudian, program pengembangan jagung pola khusus seluas 500 hektare juga akan disebar ke beberapa kecamatan yang mengalami musibah banjir.

“Kami berharap, dengan adanya bantuan bibit dan program khusus tanaman jagung, petani di Kabupaten Aceh Selatan kembali bersemangat untuk mengolah sawahnya untuk ditanami padi yang baru dan tanaman jagung,” ujarnya.

Musibah banjir yang melanda daerah itu telah mengakibatkan tanaman padi dan palawija milik petani mengalami mati. Data sementara lahan jagung yang rusak seluas 140 ha, tanaman padi 250 ha, dan kacang tanah 9 hektare.

Selain bibit Pemerintah Aceh juga memberi bantuan peralatan pertanian dan pestisida. Sementara itu, Wagub Muzakir Manaf juga memberi bantuan obat-obatan untuk korban banjir sebanyak 295 kepala keluarga dari Desa Ladang Rimba, Kabupaten Aceh Selatan.

Sebanyak 40 KK dari 295 KK warga Ladang Rimba mengungsi di lokasi pengungsian di Desa Air Jernih, sedangkan sisanya menumpang di rumah famili.

Bupati Sama Indra mengatakan ratusan kepala keluarga tersebut terpaksa mengungsi, karena rumah mereka yang berada di dekat daerah aliran sungi (DAS) Trumon masih terendam banjir, akibat meluapnya sungai itu.

Ia menyatakan, pada saat sungai meluap, banjir masuk ke rumah penduduk dengan ketinggian air hingga tiga meter.

Bahkan, menurut salah seorang warga Suryani, sejumlah rumah di sekitar DAS Trumon terancam hanyut, karena air masih tinggi dan arusnya sangat deras.

Musibah banjir juga melanda Kota Fajar, Kabupaten Aceh Selatan. Wagub Muzakir Manaf juga berkesempatan meninjau lokasi tersebut sekaligus memberi bantuan dan semangat agar warga tetap tabah.

Wagub juga menyaksikan ratusan warga dan anggota TNI membersihkan lumpur dan sampah di pusat pasar Kota Fajar yang berjarak sekitar 100 Km dari Tapaktuan, Ibukota Aceh Selatan.

 

Sumber : Antara/Bisnis



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close