BANDA ACEH - Sampai dengan subround I (Januari-April) tahun 2014 ini, telah terealisasi luas panen padi sawah sebesar 188,78 ribu Ha dan luas panen padi ladang seluas 4,59 ribu Ha. Dengan demikian luas panen seluruhnya terealisasi selama Januari–April 2014 sebesar 193,38 ribu Ha.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Hermanto mengatakan, realisasi ini menurun sebesar 12,30 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2013.
"Dengan luas panen 193,38 ribu Ha tersebut, telah menghasilkan produksi padi sebanyak 924,56 ribu ton GKG selama periode Januari-April 2014, atau turun sebesar 9,25 persen dibandingkan produksi yang sama pada tahun 2013," katanya.
"Penurunan produksi disebabkan oleh penurunan luas panen, sedangkan produktivitas rata-rata per hektar mengalami peningkatan sebesar 3,48 persen," jelasnya.
Meskipun terjadi penurunan luas panen selama subround I tahun 2014, secara umum belum dapat memperkirakan bahwa akan terjadi kenaikan yang cukup signifikan selama subround II dan subround III kedepan. Hal ini antara lain didasarkan realisasi luas tanam pada akhir April 2014 yang lalu lebih rendah dari yang diperkirakan.
"Pada akhir April lalu hanya terdapat luas tanaman sebesar 48,94 ribu Ha, untuk itu selama periode Mei-Agustus 2014 nanti hanya akan diperkirakan ada luas panen sebesar 59,04 ribu ha saja," terangnya.
"Perkiraan ini lebih rendah dari realisasi luas panen pada periode yang sama pada tahun 2013, dimana pada periode Mei-Agustus 2013 terdapat luas panen sebesar 62,09 ribu Ha, berarti akan terjadi penurunan sekitar tiga ribu Ha," ujarnya.
Rendahnya luas tanam akhir April 2014 yang lalu antara lain disebabkan oleh masa panen dibeberapa daerah mundur sampai ke awal bulan April sehingga pada akhir April petani belum turun tanam. Selain itu hampir disemua wilayah aceh mengalami kekeringan khusunya pantai utara timur, yang menyebabkan tanaman padi mengalami gagal panen (puso) seluas 11,77 ribu Ha pada periode Januari-April 2014 jauh lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2013 yang mengalami puso seluas 1,36 ribu Ha.
Untuk menghindari penurunan luas panen pada tahun 2014 ini diharapkan petani memaksimalkan penanamanya pada sisa bulan-bulan akan datang. Hal ini sangat memungkinkan apabila didukung curah hujan yang lebih stabil, dan realisasi program-program bantuan pemerintah pusat maupun daerah diharapkan sudah dapat diberikan pada petani untuk mendorong petani melakukan penanaman dilahannya.