Beranda»Agribisnis»Ratusan nelayan di Lampulo Banda Aceh tidak melaut akibat solar kosong

Ratusan nelayan di Lampulo Banda Aceh tidak melaut akibat solar kosong

BISNIS ACEH
Selasa, 26 Agustus 2014 15:49 WIB

LampuloFoto : antaraLampulo

BANDA ACEH - Ratusan nelayan Lampulo, Banda Aceh mengaku alami kerugian puluhan juta karena kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) solar. Pasalnya sejak sepekan terakhir pasokan minyak ke Stadion Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) terbatas dan nelayan selalu kekurangan solar.

Sehingga sebagian nelayan memilih tidak melaut karena tidak mendapatkan jatah solar. Kalau pun mendapat jatah solar, namun tidak mencukupi untuk beroperasi karena solar yang diberikan terbatas dan hanya cukup untuk pergi dan tidak cukup untuk kembali ke darat.

Pantauan di SPBN Lampulo terlihat ada ratusan boat berbagai jenis dan ukuran antri di lokasi tersebut. Demikian juga sejumlah pemilik boat pancing juga ikut mengantri membeli solar dengan menggunakan jerigen.

Nazar, seorang pemilik boat nelayan 30 GT mengaku sudah hampir satu minggu tidak melaut karena tidak memiliki pasokan solar. Sehingga dia mengalami kerugian setiap harinya Rp 750 ribu untuk mensubsidi pekerja diboatnya sebanyak 25 orang.

"Sejak hari Kamis kemarin saya sudah antri, harusnya Sabtu kemarin sudah berangkat melaut, ini sangat merugikan bagi kami, karena setiap hari ada 25 karyawan harus saya subsidi mereka Rp 30.000 per hari selama boat tidak melaut," kata Nazar, Selasa (26/8) di lokasi SPBN Lampulo, Banda Aceh.

Katanya, belum lagi ada boat jenis 60 GT yang memiliki karyawan sebanyak 50 orang. Tentunya semakin besar biaya yang harus mereka keluarkan, sementara boat tidak beroperasi dan tentunya tidak ada pemasukan. "Bayangkan kalau boat 60 GT itu karyawannya 50 orang, kalikan saja Rp 30.000 perorang dan perhari dan boat tidak beroperasi selama 5 hari," imbuhnya.

Sementara itu pemilik boat lainnya, Andi Abdurrani juga mengatakan, seharusnya pemerintah tidak membatasi pasokan BMM. Kalau pun harus dinaikkan harga BBM, baginya tidak mempermasalahkan, hal yang terpenting bagi nelayan adalah pasokan BBM tidak terhenti.

"Kami itu tidak minta banyak sama pemerintah, yang kami butuhkan itu pasokan BBM itu stabil, kalau mau dinaikkan juga tidak masalah, yang terpenting solarnya ada," tukas Andi Abdurrani.

Lanjutnya, imbas dari tidak adanya pasokan BBM ada sekitar 10 ribu tenaga kerja yang manganggur dan tidak bisa memberi nafkah pada keluarganya. Karena semua nelayan yang bekerja itu kalangan orang miskin yang hanya bekerja untuk makan satu hari.

"Mereka itu bekerja untuk makan sehari, jadi satu hari tidak bekerja apa yang mau diberikan pada istri dan anak-anaknya," imbuhnya.

Menurut seorang nelayan lainnya, Muamar menjelaskan, pasokan minyak di SPBN Lampulo, Banda Aceh biasanya mendapatkan pasokan 16 ton perharinya, akan tetapi kali ini hanya mendapatkan pasolan 8 ton.

"Tentu ini tidak cukup, satu boat 30 GT itu saja membutuhkan BBM solar 2 ton sekali jalan, kalau tidak mereka gak bisa melaut," jelas Muammar.

 

 

 

 

 

 

Sumber : merdeka



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close