MEDAN - Sejumlah kalangan memperkirakan harga karet alam pada 2013 sedikit membaik dibandingkan dengan semester II/2012 sekitar US$2,8 per kilogram.
Doni Asmara, seorang pedagang karet di Labuhanbatu, memperkirakan harga karet alam di Bursa Singapura semester I/2013 bakal menembus level US$3 per kilogram menyusul turunnya pasok karet alam Indonesia,Thailand, dan Malaysia.
“Sudah ada kesepakatan ketiga produsen karet alam terbesar di dunia itu sejak akhir 2012. Thailand memangkas produksi karet sekitar 300.000 ton. Indonesia mengurangi produksi karet sebanyak 150.000 ton, sedangkan Malaysia mengurangi 100.000 ton,” ujarnya menjawab Bisnis hari ini, Rabu (2/1/2026).
Menurut dia, semester I/2013 produksi karet ketiga negara bakal turun antara 10%-50% menyusul musim gugur daun. Seiring dengan gugur daun tersebut, lanjutnya, produksi juga bakal terpangkas, sedangkan permintaan karet alam dari China, Jepang, dan Amerika Serikat akan membaik.
Kuartal I/2013, paparnya, harga karet Thailand Standar Rubber (TSR) akhir tahun lalu gagal mencapai US$3 per kilogram, akan menyentuh angka tersebut. “Produk karet alam jenis ini paling diminati pasar internasional,” tuturnya.
Dia mengakui, Thailand dan Indonesia hampir sama memproduksi karet jenis TSR yang di Indonesia lebih dikenal sebagai Standar Indonesia Rubber (SIR).
Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut Edy Irwansyah mengatakan pada semester I/2012 rata-rata harga karet alam di Bursa Singapura antara US$3,2-US$3,5 per kilogram, sedangkan semester II/2012 hanya US$2,6-US$2,8 per kiogram.
“Walaupun sudah ada kesepakatan penurunan produksi karet antara tiga produsen karet alam terbesar dunia yakni Thailand, Indonesia, dan Malaysia, hal itu ternyata belum mampu mengangkat harga karet diatas US$3 per kilogram,” katanya.
Sumber : Bisnis