BANDA ACEH - Ribuan warga dari berbagai tempat di Banda Aceh hari ini menghadiri doa bersama yang dilaksanakan oleh keluarga besar Diana di Gampong Peulangghan, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh.
Dari amatan Bisnis Aceh, rumah orang tua Diana, korban perkosaan dan mutilasi yang terjadi beberapa waktu lalu sesak. Sepanjang lorong yang ditempati orang tuanya penuh dengan warga yang terdiri dari aktivis perempuan, para pegawai negeri sipil di jajaran Pemko Banda Aceh, dan juga warga setempat.
Wakil Walikota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal tak kuasa membendung air matanya saat menyampaikan kata sambutan mewakili Pemko Banda Aceh.
"Kami mengutuk setiap tindak kekerasan terhadap wanita dan anak," katanya sambil menahan tangis.
Illiza juga meminta kepada jajaran kepolisian untuk menghukum berat pelaku. "Apa yang dilakukan keduanya sangat tidak mencerminkan perikemanusiaan, karena itu hukumlah mereka dengan setimpal atas apa yang telah mereka lakukan terhadap anak kami," ujarnya.
Illiza juga menyinggung tentang pelaku yang pernah melakukan kejahatan serupa pada tahun 2004. "Kenapa pelaku yang di hukum 15 tahun, sudah bisa bebas," ungkapnya.
Untuk itu Illiza meminta kepada warga Banda Aceh untuk menjaga dan memperhatikan putera dan puterinya. "Mari kita jaga dan perhatikan anak-anak kita," pungkasnya.
Sesaat setelah Wakil Walikota selesai menyampaikan sambutan, acara dilanjutkan dengan ceramah yang dipimpin oleh salah seorang Ustadz.
Dalam ceramahnya, Ustadz tersebut menjelaskan bahwa intisari pelaksanaan syariat Islam telah tercermin nyata dari sikap warga yang saling bahu membahu meringankan derita keluarga korban.
Tak sedikit warga yang tak kuasa menahan tangis ketika Ustadz menyampakan paparannya mengenai keluarga korban dan perilaku sehari-hari korban Diana.
"Setiap sore, seperti saat ini, beberapa waktu yang lalu pastinya warga akan bisa menyaksikan bagaimana putri kami Diana akan bermain dilorong depan rumah ini," ungkapnya.
Setelah selesai ceramah dari Ustadz, acara kemudian dilanjutkan dengan membaca yasin untuk mengirimkan doa kepada Almarhum bocah Diana.
Sebagaimana diketahui, Diana adalah bocah berumur 6 tahun yang di perkosa dan dibunuh oleh pamannya sendiri beserta seorang temannya, beberapa waktu yang silam. Jenazah korban ditemukan di semak-semak di Gampong Peulanggahan dengan kondisi mengenaskan dengan kepala terpisah dari jasadnya.