BANDA ACEH - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Kota Banda Aceh dan Internationa Organization for Migration (IOM) menjajaki kerjasama dalam hal penguatan kapasitas kelembagaan BPPD dalam hal pengurangan resiko bencana di kota berpenduduk 250 ribu jiwa ini.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banda Aceh, T Saifuddin TA menjelaskan bahwa Banda Aceh adalah salah satu yang memiliki indeks tertinggi dalam hal resiko bencana. "Indeks ini didasarkan pada hasil survei lembaga IOM," ujarnya.
Menurutnya, hasil survei tersebut memiliki tingkat kebenaran, hal ini sesuai dengan topografi kota Banda Aceh yang wilayah rendah. "Banda Aceh itu rawan bencana seperti angin ribut, banjir dan juga tsunami," sebutnya.
karenanya, lanjut Sekda, kerjasama dengan IOM ini diharapkan dapat memperkuat keberadaan BPPD terutama dalam hal kapasitas organisasi melalui pelatihan yang melibatkan peran aktif masyarakat.
Sementara itu, Manager IOM DRR Aceh, Conrald Clos menjelaskan program kerjasama dengan Pemko Banda Aceh ini nantinya diarahkan pada pengurangan kerentanan dan juga meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana. "IOM juga akan memperkua peran dan fungsi BPPB Banda Aceh dengan melibatkan peran aktif masyarakat hingga ke level kecamatan," tukasnya.
Selain itu juga, tambanya, dalam program ini nantinya, IOM akan menempatkan masyarakat sebagai pihak yang akan berperan aktif dalam pelaksanaan program pengurangan resiko bencana. "Kita juga akan membangun sistem kordinasi penanggulangan bencana di tingkat kota dan di tingkat provinsi, agar terjadi sinergisasi dalam hal pelaksanaan pengurangan resiko bencana," tandasnya.