Beranda»Berita Umum»Mantan panglima GAM pinta Gubernur Aceh mampu selesaikan soal bendera

Mantan panglima GAM pinta Gubernur Aceh mampu selesaikan soal bendera

JAMALUDDIN ~ BISNIS ACEH
Senin, 05 Agustus 2013 21:01 WIB

ACEH UTARA - Pemerintahan Aceh atas kepemimpinan Zaini - Muzakir (Zikir) diminta benar-benar bekerja untuk rakyat. Kepemerintahan Zikir juga diminta mampu menyelesaikan berbagai masalah di Aceh termasuk polemik Bendera Bintang Bulan dan bantuan anak yatim.


“Lebih baik Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Doto Zaini dan Muzakir Manaf, masuk hutan lagi kalau tidak mampu menyelesaikan berbagai masalah di Aceh, termasuk perkara bendera dan bantuan untuk anak yatim,“ kata mantan Wakil Panglima GAM Daerah II Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, Samsul atau dikenal dengan sebutan Abu Nawah, kepada Bisnis Aceh, hari ini, Senin.

Abu Nawah mengatakan, persoalan bendera Aceh hingga sekarang masih belum mendapat kejelasan antara pemerintah daerah Aceh dengan pemerintah pusat. Karena itu, kondisi Aceh saat ini menjadi simpang siur.

“Secara tidak langsung, mereka telah memperpuruk citra pemerintahan Aceh dibawah Zaini - Muzakir. Kesejahteraan rakyat tidak ada, kemudian bantuan untuk anak yatim pun tidak jalan,” ungkapnya lagi.

Menurut dia, daripada tidak mampu memperjuangkan kesejahteraan rakyat, alangkah baiknya segera turun ke hutan lagi. “Nanti biar Jakarta yang cari penggantinya,” tandasnya lagi.

Dia menambahkan, semua persoalan di Aceh nantinya akan selesai jika unsur keperintahan Aceh mau turun ke hutan lagi. Jika tidak demikian, sambung Abunawah, dari sekarang pemerintah Zikir harus benar-benar bekerja serius demi rakyat. Sistem pemerintahan harus dijalankan sesuai amanah agama, MoU dan harapan para pejuang yang sudah lebih dulu syahid semasa konflik.

“Dulu, waktu di hutan kita sama-sama mengucap demi Allah untuk memperjuangkan agama. Jangan sampai, gubernur dan wakil gubernur menyambut lebaran dengan suka cita, berlimpah menu daging meugang. Sementara anak yatim, termasuk anak yatim para syuhada, payah kap silop jeupang (harus makan sandal jepit-red),” tukas Abu Nawah.



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close