Beranda»Berita Umum»Dua napi teroris dari LP Tanjung Gusta kabur ke Aceh

Dua napi teroris dari LP Tanjung Gusta kabur ke Aceh

BISNIS ACEH
Jum`at, 26 Juli 2013 00:52 WIB

ilustrasiilustrasi

BANDA ACEH - Dua tahanan terorisme dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tanjung Gusta Medan, dilaporkan melarikan diri ke Aceh.

Informasi yang diperoleh Waspada Online, menyebutkan dua tahanan tersebut bernama Fadli alias Acin dan Abdul Gani Siregar. Wakil Direktur Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polda Aceh, AKBP Agus Rahendra saat dikonfirmasi Waspada Online, tentang informasi tersebut, pada awalnya mempertanyakan info yang diperoleh Waspada Online dari mana. "Adek dapat info dari mana," katanya.

Setelah dijelaskan tentang informasi yang diperoleh Waspada Online, AKBP Agus, baru kemudian membenarkan dugaan dan informasi tersebut. "Iya memang, ada info dari sumber lain yang menjelaskan bahwa dua tahanan teroris tersebut kabur ke Aceh, dan kita tetap terus memantaunya," ujar Agus.

Menurutnya, pihak Polda Aceh dan seluruh jajaran polres terus  mengembangkan informasi ini. "Terus kita cari dan kembangkan, namun saya belum dapat memberikan keterangan tentang proses perkembangan pencarian,’' ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kapolda Aceh, Irjen Pol Herman Effendi. Dijelaskannya, Polda Aceh saat ini, mengejar dua narapidana teroris yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tanjung Gusta, Medan. "Memang benar dua narapidana teroris ini masuk ke wilayah hukum Polda Aceh. Mereka kami utamakan untuk dikejar," katanya.

Sebelumnya, informasi yang beredar dua narapidana teroris LP Tanjung Gusta lari ke Provinsi Aceh. Keduanya dilaporkan bernama Fadli alias Acin dan Abdul Gani Siregar. Mereka kabur bersama ratusan narapidana dan tahanan pasca-kerusuhan di penjara tersebut, Kamis (11/7) lalu.

Menurut Kapolda, pihaknya terus menyelidiki keberadaan dua narapidana teroris yang lari ke wilayah hukum Polda Aceh tersebut. Selain itu, kepolisian di jajaran Polda Aceh sudah diinstruksikan mencari dan mengejar mereka.

"Dulu, di awal-awal kaburnya narapidana dan tahanan LP Tanjung Gusta, pengamanan dan pengejaran dilakukan di perbatasan saja. Tapi kini, pola pengejaran sudah menyebar ke seluruh Aceh," katanya.

Selain mengejar dua narapidana teroris, Kapolda Aceh menyiapkan langkah-langkah antisipasi terjadinya kejahatan selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1434 Hijriah.

"Kami terus mengantisipasi ancaman terorisme, sabotase, pencurian, dan kriminal lainnya. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan rasa aman bagi masyarakat di provinsi ujung barat Indonesia ini," kata dia.

Selain itu, kata dia, Polda Aceh mengajak partisipasi aktif masyarakat mewaspadai setiap ancaman kejahatan yang ada serta melaporkan setiap gerak-gerik yang mencurigakan kepada aparat keamanan terdekat.

"Secara umum situasi di Aceh kondusif. Namun begitu, kepolisian terus bertekad keamanan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat di Provinsi Aceh," kata Irjen Pol Herman Effendi. | waspada.co.id



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close