BANDA ACEH - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif menilai masa tanggap darurat pascagempa yang melanda dataran tinggi di Tanah Gayo tergolong sukses.
"Masa tanggap darurat pascagempa sukses berkat kepemimpinan kedua bupati," katanya sebagaimana dikutip Kabag Humas dan Protokol Sekdakab Aceh Tengah Mustafa Kamal di Takengon, Sabtu.
Gempa tektonik berkekuatan 6,2 skala richter pada 2 Juli 2013 mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak 34 orang di Aceh Tengah dan delapan jiwa di Bener Meriah.
Kepala BNPB mengepresiasi kinerja Bupati Aceh Tengah Nasaruddin dan Bener Meriah Ruslan Abdul Ghani dalam memimpin daerahnya yang sedang dilanda bencana gempa itu.
Syamsul mengatakan jika terjadi bencana, pihak utama yang bergerak terdepan adalah pemerintah kabupaten/kota, kemudian Pemerintah Provinsi dengan segenap potensi untuk membantu, berikutnya barulah potensi nasional dari Pemerintah Pusat.
"Penanganan terdepan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah telah berjalan sesuai sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.
Syamsul juga menekankan perlunya mengubah pola pikir masyarakat dari yang selama ini semua terjebak dengan kata-kata gempa, harus diubah dengan pikiran positif.
"Sudah saatnya bangun pikiran positif warga, misalnya buat spanduk yang mengusung tema kebangkitan masyarakat," kata Syamsul Maarif.
Ia menambahkan seringkali ketika bencana terjadi justru upaya evakuasi tidak mudah dilakukan karena masyarakat biasanya berat meninggalkan tanah kelahirannya.
"Padahal, wilayah itu sudah tidak layak ditempati. Ini yang bikin repot, karena itu kebangkitan masyarakat dan pimpinan daerah dalam mengenali daerahnya itu lebih penting," katanya.
Tercatat 85,71 persen dari 14 kecamatan di Aceh Tengah (1 kecamatan) terkena dampak besar gempa yang mengakibatkan lebih 5.000 unit rumah penduduk rusak berat dan menghancurkan berbagai fasilitas publik. | antaraaceh.com