BANDA ACEH - Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan dalam upaya menyujudkan Banda Aceh sebagai kota madani di Indonesia.
“Banda Aceh sebagai model kota madani telah kita deklarasikan, karenanya kita harus berkomitmen untuk melaksanakan berbagai kegiatan untuk mendukungnya,” kata Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal di Banda Aceh, Senin.
Hal tersebut disampaikan wali kota melalui Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh Mairul Hazami saat membuka kegiatan Dakwah Ramadhan Daiyah perdana di Masjid Bani Salim Gampong (desa) Lampaseh Kota Kecamatan Kuta Raja.
Mairul menjelaskan kegiatan dakwah Ramadhan digelar pada pagi dan malam hari. Malam hari untuk kaum laki-laki dan di pagi hari khusus diberikan kepada kaum perempuan di seluruh gampong di Kota Banda Aceh.
“Kami berharap kaum perempuan agar aktif bertanya terhadap hal-hal yang berkaitan tentang agama islam baik soal aqidah, ibadah dan muamalah, sehingga pengajian ini bisa lebih semarak,” katanya menjelaskan.
Apalagi, ia mengatakan peran kaum perempuan dalam menyampaikan dakwah ke keluarganya lebih efektif dibanding kaum laki-laki. Karena sifat “ke-ibuan” kaum perempuan itu lebih cepat dalam menyampaikan hal-hal baru kepada keluarga dan tetangganya.
Selain komitmen Pemkot Banda Aceh dalam penerapan Syariat Islam secara kaffah (menyeluruh), ia juga berharap kedepan forum pengajian atau dakwah itu pesertanya semakin meningkat dan materi kajian juga lebih baik.
Mairul mengatakan kegiatan dakwah atau pengajian itu juga dapat dijadikan momen untuk menyerap aspirasi masyarakat Kota Banda Aceh, khususnya kaum perempuan sehingga dapat ditindak lanjuti seraya berharap dukungan sepenuhnya dari masyarakat.
“ini merupakan program rutin Pemkot Banda Aceh melalui Dinas Syariat Islam untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan. Masukan yang ingin dicapai adalah tegaknya amar amkruf nahi mungkar di kalangan masyarakat,” katanya menjelaskan.
Sumber : antara