BANDA ACEH - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menerjunkan empat ekor gajah terlatih untuk mengatasi gangguan gajah liar terhadap areal perkebunan masyarakat di Kabupaten Bireuen.
"Kami segera menerjunkan empat ekor gajah terlatih untuk mengatasi gangguan gajah liar di Bireuen," kata Kepala BKSDA Aceh Amon Zamaro di Banda Aceh, Jumat.
Tim penanggulangan gangguan gajah liar telah berangkat bersama empat ekor gajah terlatih/jinak untuk selanjutnya menghalau agar binatang berbelalai panjang itu bisa kembali kehabitatnya.
BKSDA, katanya, tetap komitmen menanggapi setiap laporan masyarakat terkait adanya gangguan gajah liar.
"Kami berharap dukungan semua pihak untuk kelancaran tim BKSDA yang berangkat bersama gajah terlatih dari PLG Saree untuk menghalau kembali gajah liar kembali kehabitatnya," kata dia menambahkan.
Ia juga menyatakan gangguan gajah di sejumlah daerah di Aceh terkadang terjadi hampir bersamaan sehingga menyulitkan petugas untuk mengatasinya.
Untuk itu, Amon Zamora juga mengatakan pihaknya mengajak jajaran Pemerintah Aceh untuk melakukan pemetaan jalur yang menjadi lintasan rutin gajah di sejumlah wilayah di provinsi tersebut.
Mendata jalur lintasan gajah minimal dapat mengurangi konflik dengan manusia. Jika sudah dilakukan, maka sepanjang jalur itu akan ditanami makanan gajah, sehingga binatang tersebut tidak keluar dan masuk ke pemukiman penduduk.
Salah satu pemicu konflik satwa dilindungi dengan manusia itu karena jalur lintasan gajah selama puluhan tahun berubah fungsi, misalnya dijadikan areal perkebunan atau pemukiman baru penduduk.
Amon Zamora menjelaskan gajah tidak memiliki sifat menganggu sebab yang paling penting bagi satwa tersebut adalah makanannya cukup.| antaraaceh