Beranda»Berita Umum»Warga Bireuen kesal, pemerintah lamban atasi gangguan gajah liar

Warga Bireuen kesal, pemerintah lamban atasi gangguan gajah liar

BISNIS ACEH
Jum`at, 01 Maret 2013 22:32 WIB

[FOTO : ISTIMEWA]">FOTO : ISTIMEWAIlustrasi

BIREUEN - Warga Desa Pante Peusangan, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, mengaku geram atas lambannya pihak terkait menangani gangguan gajah liar yang tidak hanya merusak perkebunan warga, namun mulai masuk ke pemukiman padat penduduk.

Penuturan Syamsudin, aparatur desa setempat, Jumat (1/3/2026), gangguan gajah masih terjadi tak hanya malam hari, namun di siang hari kawanan gajah itu berani memasuki pemukiman warga. Masyarakat yang dihantui ketakutan mulai tidak berani beraktifitas untuk mencari rezeki sebagaimana biasanya.

"Rasanya berulang kali kejadian ini kami laporkan, mungkin instansi terkait menunggu jatuh kembali korban sehingga lama menyikapi hal ini," ungkap Syamsuddin.

Warga tak hanya was-was, namun dilanda khawatir apabila upaya serius tidak dilakukan untk menggiring kawanan gajah itu kembali ke habitatnya.

Lokasi Desa Pante Peusangan, Km 35, dari Kota Bireuen, diyakini kerap dilintasi gajah-gajah liar yang mengganggu ketenteraman penduduk. Tak hanya korban harta benda, korban nyawa juga sudah beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.

Kadisbunhut Bireuen, Irwan, mengatakan pihaknya terus berupaya berkoordinasi dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) provinsi, selaku tim teknis untuk menghalau kawanan gajah ke habitatnya. "Bahkan kemarin kami kembali ke Banda Aceh namun nihil karena pihak BKSDA sedang diluar daerah, begitu juga tim penanganan gajah masih berada di Nagan Raya," ungkap Irwan.

Diakuinya, hasil koordinasi awal, disarankan untuk membangun pos pantau gajah di Bireuen. | kompas



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close