USA - Perusahaan pengamat pergerakan ekonomi asal Massachusetts, Amerika Serikat, hari ini mengatakan dampak penutupan sebagian lembaga pemerintah yang dimulai ini diperkirakan mencapai Rp 3,4 triliun (USD 300 juta) per hari.
Surat kabar Russia Today melaporkan, Selasa (1/10), Presiden Barack Hussein Obama dalam akun media sosial resminya di Twitter menyalahkan keputusan kubu Republik di Kongres yang memperketat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga menyebabkan sebagian lembaga pemerintah harus ditutup.
"Mereka (Republik) melakukannya. Sekelompok orang Partai Republik di Kongres memaksa penutupan pemerintah ini ketimbang meloloskan undang-undang penggelontoran dana APBN," kicau Obama di akun Twitter @BarackObama.
Penutupan sejumlah lembaga dan kantor penting pemerintah itu menyebabkan sekitar 800 ribu pegawai negeri sipil (PNS) Amerika dirumahkan dan tidak mendapat gaji karena pemerintah tidak sanggup membayar mereka. Sejumlah taman nasional, museum, dan kantor pemerintah ditutup, termasuk operasional Badan Antariksa (NASA). Hanya beberapa sektor penting yang masih beroperasi seperti militer, Kementerian Luar Negeri, dan bandara.
Situs resmi Kementerian Pertanian Amerika hari ini lamannya tampak kosong dan hanya terdapat tulisan yang menyebutkan mereka tidak beroperasi karena masalah dana pemerintah.
Penutupan sebagian kantor pemerintah ini merupakan pertama kalinya dalam 17 tahun terakhir. Kongres dan Senat Amerika kemarin gagal mencapai kesepakatan soal dana APBN. | merdeka.com