Beranda»Berita Umum»Pelayanan PLN Aceh mengecewakan

Pelayanan PLN Aceh mengecewakan

BISNIS ACEH
Rabu, 25 September 2025 23:07 WIB

BANDA ACEH - Pelayanan PT PLN dinilai masih mengecewakan masyarakat menyusul rencana pemadaman aliran listrik khususnya di sebagian daerah di Aceh, kata Ketua DPD PDI Perjuangan Aceh Karimun Usman.

“Rencana pemadaman arus listrik, apapun alasannya sangat mengecewakan terutama masyarakat di beberapa daerah yang terkena dampak pemadaman,” katanya di Banda Aceh, Selasa (24/9/2025).

Manajemen PT PLN Wilayah Aceh telah menyatakan defisit listrik yang terjadi di kawasan Sumatera bagian utara (Sumbagut) juga berdampak terhadap pasokan listrik ke provinsi ujung paling barat Indonesia itu.

Karimun menjelaskan, beberapa waktu lalu PT PLN telah memastikan Aceh tidak terjadi lagi pemadaman bergilir dan itu mendapat sambutan baik masyarakat terutama pelanggan.

Namun, katanya, tiba-tiba manajemen PLN mengumumkan tentang defisit energi listrik yang akan berdampak juga terhadap Aceh terutama pelanggan di pesisir timur hingga ke Banda Aceh.

Pemadaman bergilir itu, menurut Karimun akan berdampak besar bagi kerugian masyarakat termasuk kalangan swasta dan pemerintahan di provinsi berpenduduk sekitar 5 juta jiwa tersebut.

“Yang lebih ironisnya, Pemerintah Aceh sedang gencar-gencarnya melakukan promosi investasi daerah itu, namun disisi lain terjadi defisit energi listrik. Artinya, upaya pemerintah menggalang investor akan terhalang dengan energi listrik yang tidak normal,” kata Karimun Usman.

Sementara itu sebelumnya, General Manager PT PLN Wilayah Aceh Sulaiman Daud, mengatakan Aceh akan terkena dampak dari defisit energi listrik wilayah Sumbagut.

“Listrik yang masuk ke Aceh baik itu dari interkoneksi dan isolated merupakan satu sistem yang terhubung dan akan terjadi pemadaman bergilir jika ada pembangkit yang harus masuk masa pemeliharaan,” katanya menjelaskan.

Disebutkannya, total beban puncak listrik untuk keperluan berbagai sektor di kawasan Sumbagut secara umum sebesar 1.700 MW dan untuk Aceh mencapai 351 MW.

Dijelaskannya, adanya pembangkit listrik yang masuk masa pemeliharaan atau keluar dari operasional di wilayah Sumbagut juga berdampak terhadap pasokan listrik dan Aceh akan mendapat pengurangan pasokan daya 10 sampai 15 persen dari total kebutuhan akan listrik.

Menurut dia, pemadaman yang terjadi tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu disebabkan adanya mesin pembangkit yang masuk masa pemeliharaan sebelum jadwal ditetapkan sebelumnya. | antara/bisnis-sumatra.com



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda

Terbaru di Berita Umum

Close