Beranda»Editorial»Negara harus minta maaf kepada rakyat Aceh

Negara harus minta maaf kepada rakyat Aceh

Redaksi Bisnis Aceh
Senin, 10 Desember 2012 17:40 WIB

 

[FOTO : Ist]">FOTO : Istilustrasi

Peringatan hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia, yang jatuh pada hari ini, 10 Desember 2012, merupakan makna penting bagi upaya menuju cita-cita pembangunan nasional yang adil dan menuju kesejahteraan rakyat.

Keadilan, tidak hanya bermakna ekonomi, namun keadilan juga merupakan kepuasan hati yang dirasakan seluruh masyarakat, agar masyarakat dapat secara ikhlas menerima kejadian atau peristiwa masa lampau, dan kemudian rakyat Aceh dapat menegakkan wajah untuk kembali menatap masa depan.

Konflik yang mendera Aceh pada dekade 1970-2004 merupakan suatu rangkain yang telah meluluhlantkan sendi-sendi perekonomian masyarakat, dan selain itu juga telah banyak meninggalkan parutan luka yang sulit sembuh tanpa treatmet atau perlakuan yang jelas dari negara.

Kasus-kasus kekerasan di Aceh yang terjadi, karena kebijakan salah negara Indonesia atas menyikapi tuntutan kesetaraan dan keadilan yang diminta oleh rakyat Aceh, seharusnya dapat diselesaikan dengan baik dan tanpa meninggalkan bekas membusuk yang berpotensi menimbulkan kanker dan radang yang sewaktu-waktu dapat kembali menjadi masalah.

Negara Republik Indonesia, melalui pemerintahan yang saat ini berkuasa, harus meminta maaf para rakyat Aceh, mungkin ini adalah salah satu upaya yang baik, yang dapat menjadi pintu masuk dan sekaligus merupakan islah antara negara dan rakyat Aceh.

Islah ini penting, untuk mengembalikan semangat rakyat, dan membangun kepercayaan rakyat Aceh untuk menatap kembali masa depan yang gemilang guna membangun negara yang dicintainya.

Sekali lagi, Negara harus minta maaf kepada rakyat Aceh, karena penyelesaian dendam tidak hanya tuntas dengan uang dan dana diyat, jauh lebih penting dari itu adalah memaafkan, karena dengan meminta maaf dan memberi maaf adalah jalan menuju kebaikan yang seperti diajarkan oleh agama kita selama ini.

Dan hal yang terpenting juga, para pelaku penyelenggara negara hari ini di Aceh, baik yang duduk di eksekutif maupun legislatif, jangan hanya selalu menyalahkan pemerintah pusat, namun enggan untuk membuka ruang-ruang dialog, dan upaya-upaya rekonsiliasi menyeluruh.

Terlepas dari persoalan apapun, tentunya, kita berharap bahwa masa lalu konflik di Aceh harus dapat diselesaikan dengan seindah dan sebijak mungkin, hal ini dilakukan agar persoalan masa lalu tidak menjadi api dalam sekam yang siap kapan saja kembali membara di Aceh.



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda

Terbaru di Editorial

Close