BANDA ACEH - Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) Pusat, Tamba P Hutapea mengatakan isu negatif tetang kekinian Aceh sangat berdampak pada peluang investasi dan penanaman modal bagi Aceh.
Hal ini disampaikannya saat memberikan materi tentanga Mendorong Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan investasi pada Rapat Kerja (Raker) Perencanaan Penanaman Modal yang dilaksanakan hari ini oleh Badan Investasi dan Promosi Aceh di Banda Aceh.
Menurutnya, banyak negara-negara di Eropa, Amerika Serikat, China, Taiwan, Korea dan Jepang yang menyatakan minatnya ingin berinvestasi di Aceh kepada BKPM. "Para pengusaha dari negara-negara tersebut kerap menyatakan minatnya berinvestasi di Aceh, namun mereka juga mempertanyakan isu-isu keamanan dan politik di Aceh," ujarnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, Pemerintah Aceh harus melakukan upaya promosi secara gencar diberbagai negara dan juga membangun brand image atau citra positif yang menjelaskan kondusivitas Aceh sangat nyaman untuk berinvestasi. "Peran-peran promosi sangat penting, dan memanfaatkan media untuk membangun citra positif diluar negeri sangat diperlukan," sebutnya.
Ia melanjutkan, pertanyaan yang sering diajukan oleh para calon investor kepada BKPM saat hendak menyatakan minatnya berinvestasi ke Aceh adalah, apakah situasi Aceh aman dan kondusif mendukung kegiatan investasi. "BPKPM selalu meyakinkan para investor, bahwa Aceh sangat aman dan kondusif untuk berinvestasi, dan selain itu juga dukungan infrasturktur dan pemerintahannya sudah sangat baik," tukasnya.
Oleh karenanya, dia menyarankan, agar pemerintah Aceh melibatkan semua pihak untuk membicarakan tentang arah investasi Aceh dan target rencana investasi Aceh. "Terutama keterlibatan media, ini sangat positif untuk membangun citra positif Aceh dimata nasional dan juga internasional. Untuk itu semua harus dilibatkan, partisipasi masyarakat juga, agar target rencana investasi yang telah ditetapkan dapat dicapai," tandasnya.