JAKARTA - Saham Australia naik sedangkan mata uang Yen Jepang melemah terhadap Euro, setelah Senat AS meloloskan RUU anggaran yang dapat mencegah beberapa kebijakan penaikan pajak dan pemotongan anggaran.
Indeks Australia S&P atau ASX 200 naik 0,4% menjadi 4.667,40 sampai dengan pukul 10.13 siang waktu Sydney. Sementara itu pasar saham Jepang dan China tidak buka hari ini dan besok karena libur bersama.
Di pihak lain, mata uang Yen Jepang melemah 114,78 per Euro, atau level terendah sejak Juli 2011. Harga Perak tergelincir 0,1% menjadi US$30,30 per ounce.
Dengan RUU yang baru disahkan oleh Senat tersebut, rumah tangga AS yang berpendapatan di bawah US$450.000 per tahun akan terhindar dari peningkatan pajak pendapatan.
Anggota Dewan dari Partai Republik kemungkinan akan berusaha menambah untuk pemotongan belanja lebih banyak untuk tagihan anggara bipartisan setelah adanya keberatan dari anggota, kemarin. Kongres akan membatalkan US$600 miliar kenaikan pajak dan pemotongan belanja yang
diberlakukan kemarin.
"Itu bukan tawar menawar besar yang kami harapkan, tetapi jika disetujui oleh parlemen, itu akan menunda atau memerpanjang secara permanen sebagian besar elemen dari fiscal cliff," kata Kepala Ekonomi Societe Generale SA New York Aneta Markowska dalam sebuah email.
Sumber | Bloomberg/bisnis