Beranda»Bisnis & Investasi»Pelaku usaha pesimis industri di Aceh Utara hidup kembali

Pelaku usaha pesimis industri di Aceh Utara hidup kembali

medanbisnisdaily.com
Rabu, 05 September 2025 12:09 WIB

[FOTO : ISTIMEWA]">FOTO : ISTIMEWAIlustrasi

LHOKSEUMAWE - Para pelaku usaha Aceh merasa pesimis pabrik-pabrik industri besar di Aceh Utara seperti pabrik kertas dan pupuk yang telah mati akan hidup kembali secepatnya, kendati Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan telah menjanjikan hal itu saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi eks proyek vital tersebut. “Berapa kali Meneg BUMN telah mengunjungi pabrik KKA (Kertas Kraft Aceh) maupun pabrik pupuk AAF (ASEAN Aceh Fertilizer), dari mulai saat dijabat Sofyan Djalil, Mustafa Abubakar dan sekarang Dahlan Iskan. Mereka semuanya mengatakan akan menghidupkan kembali pabrik-pabrik itu, nyatanya belum ada tanda-tanda keseriusan pihak pusat. Faktanya hingga sekarang masih sepi senyap,” ujar pelaku usaha Aceh yang tinggal di Lhokseumawe, Mirza Ikhwani SE.

Dia mempertanyakan, bagaimana industri hilir bisa hidup, sedangkan industri hulunya saja belum bergerak. “Selama ini masyarakat Aceh terutama masyarakat yang tinggal di sekitar pabrik KKA maupun AAF sangat berharap kedua pabrik itu bisa hidup kembali, sehingga industri hilir bisa bermunculan yang pada akhirnya bisa menopang petumbuhan ekonomi. Tapi agaknya hal itu masih sebatas mimpi, sedangkan pejabat Jakarta selalu memberikan angin segar pada setiap berkunjung,” kata mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Lhokseumawe yang mengelola usaha di bidang perhotelan.

Seingat Mirza, dari kabinet SBY sudah ada tiga Meneg BUMN mengunjungi pabrik-pabrik yang sudah kolaps di Aceh Utara, bahkan tidak tanggung-tanggung para menteri itu juga melakukan peninjauan langsung. Setelah meninjau, mereka umbar janji dan kepada awak media rata-rata mengeluarkan statement pabrik-pabrik itu harus hidup kembali.

“Statement itu muncul, kalau saya tidak salah, sudah tujuh tahun yang lalu saat Meneg BUMN dijabat Sofyan Djalil dan dilanjutkan Mustafa Abubakar, yang notabene keduanya adalah putra Aceh asli. Dan sekarang Meneg BUMN sudah dijabat Dahlan Iskan, kegiatannya juga mengunjungi Aceh Utara dan Lhokseumawe dan menyatakan pabrik kertas dan pupuk harus hidup. Tapi sampai kapan, kalau hanya sekadar janji dan menghabiskan anggaran setiap melakukan kunjungan, lebih baik tidak usah berkunjung,” ketusnya.

Political Will
Hal senada diutarakan pemerhati ekonomi Muzakkir Ibrahim SH MH. “Sekarang yang menjadi kesulitan pemerintah pusat itu apa, seperti pabrik kertas KKA, bahan baku kayu pinus di Aceh melimpah, menyangkut bahan baku enerji gas, hal itu kan tinggal regulasi pemerintah saja. Begitu juga pabrik pupuk AAF. Tapi agaknya political will pemerintah pusat untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Aceh masih lemah, kalau memang serius kenapa tidak segera saja dilakukan,” ujarnya.

Di sisi lain, ungkapnya, seiring waktu berjalan baik pabrik KKA maupun AAF saat ini sudah tidak layak produksi lagi, alias sudah menjadi besi tua. Sebab sudah cukup lama kedua pabrik itu tidak beroperasi dan bisa jadi kondisi pabrik sudah keropos.

“Kalau sudah demikian, ngapain para pejabat pusat sibuk berkunjung ke Aceh Utara dengan iming-iming ingin menghidupkan pabrik itu lagi,” tanya Muzzakir.

 



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda

Terbaru di Bisnis & Investasi

Close