BANDA ACEH - Kabar baik bagi investasi dan ekonomi Aceh, Menteri BUMN, Dahlan Iskan mengemukakan, industri kertas dan pupuk di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, bakal beroperasi kembali setelah lama "mati suri", akibat ketiadaan bahan baku.
"Industri Kertas Kraf Aceh dan Asean Aceh Fertilizer akan kita hidupkan kembali, sehingga perekonomian di daerah itu meningkat," kata Menteri ketika melakukan pertemuan dengan pejabat Aceh dan pimpinan industri besar di di Lhokseumawe, Sabtu.
Dia mengatakan, ada beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut dengan berbagai pihak, di antaranya akan diupayakan kembali menghidupkan PT Kertas Kraft Aceh (KKA) untuk menjadi pembangkit tenaga listrik.
Sementara itu, untuk PT Asean Aceh Fertilizer (AAF), masih menunggu keputusan pengadilan. Apabila keputusan pengadilan memutuskan AAF jatuh ke pihak Indonesia, maka pabrik pupuk tersebut juga akan dioperasikan kembali.
"Namun untuk tahap awalnya, berada di bawah asuhan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM)," ujar Dahlan pada pertemuan yang dihadiri Gubernur Aceh, Zaini Abdullah.
Disebutkan juga oleh Dahlan Iskan, keputusan PT Arun menjadi terminal gas sudah final serta sudah memasuki proses tenderisasi.