Beranda»Bisnis & Investasi»Buruh tak anarkis, iklim investasi aman

Buruh tak anarkis, iklim investasi aman

BISNIS ACEH
Selasa, 06 November 2025 13:56 WIB

IlustrasiFOTO : ISTIMEWAIlustrasi

JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Chatib Basri meyakini iklim investasi bakal terjaga jika tuntutan yang diinginkan buruh tidak disampaikan secara anarkis. "Jika unjuk rasa berlangsung damai, dampak pada iklim investasi tidak terlalu besar," kata Chatib dalam konferensi pers usai pembukaan Indonesia Investment Summit, Selasa, 6 November 2012. 

Di negara demokrasi ini, Chatib melanjutkan, penyampaian aspirasi tidak dilarang. Namun, aspirasi harus dilakukan dengan damai dan tertib. Sebab, unjuk rasa yang anarkis dikhawatirkan akan memberikan ancaman kepada para pengusaha yang membutuhkan rasa aman dan nyaman berinvestasi. 

Meski begitu, ia mengatakan hingga saat ini iklim investasi Indonesia belum terpengaruh. Buktinya, kata dia, realisasi investasi juga masih mampu menyumbang sekitar 10,2 persen atas pendapapatan domestik bruto pada triwulan III tahun 2012. "Jadi isu tersebut memang belum berpengaruh," ujar Chatib. 

Oktober lalu, BKPM mencatat peningkatan atas realisasi penanaman modal, baik domestik maupun asing. Pada Januari hingga September, BKPM mampu mencatat total realisasi sebesar Rp 229,9 triliun atau tumbuh 27 persen dibanding periode yang sama tahun 2011. Dari total investasi tersebut, sebesar Rp 65,7 triliun merupakan penanaman modal dalam negeri dan Rp 154,2 triliun merupakan penanaman modal asing.

Belakangan ini, demo buruh merebak di sejumlah daerah. Tuntutan yang diajukan kepada pengusaha dan pemerintah semakin beragam, mulai dari upah layak, penghapusan sistem outsourcing, sampai jaminan sosial yang memadai. 

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi menilai demonstrasi buruh di Indonesia yang mengajukan berbagai tuntutan itu terlalu sering terjadi. Sering kali bukan hanya mogok kerja atau menyampaikan aspirasi secara tertib, para buruh dinilai juga merusak fasilitas pabrik, bahkan memblokir jalan tol. "Ini bukan cuma mengganggu proses produksi, tapi juga mengacaukan keamanan dan ketertiban umum," katanya.

 

Sumber : Tempo



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda

Terbaru di Bisnis & Investasi

Close