JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Chatib Basri, menyatakan bahwa lembaga yang dipimpinnya akan terus meningkatkan investasi di luar Pulau Jawa agar distribusi pertumbuhan ekonomi lebih merata.
"Saat ini, investasi di luar Pulau Jawa, untuk sektor selain migas, memang masih tertinggal karena persoalan infrastruktur. Namun, ke depan akan terus diseimbangkan," kata Chatib seusai menghadiri "Indonesia Investment Summit" di Jakarta, Selasa.
Berdasarkan data BKPM, Pulau Jawa sampai September menguasai 55,8% penanaman modal dalam negeri (PMDN) dengan nilai Rp36,6 triliun. Pulau tersebut juga menjadi tempat utama investasi asing (PMA) dengan nilai US$9,5 miliar atau 52,5% dari keseluruhan PMA.
Pulau-pulau lain, seperti Kepulauan Maluku dan Papua, masih jauh tertinggal dengan realisasi PMDN masing-masing Rp3,4 miliar dan Rp97,8 miliar. Sementara untuk PMA di kedua pulau itu adalah US$98,8 juta dan US$728,8 juta.
Chatib menjelaskan bahwa peningkatan daya saing iklim investasi di daerah kini sudah bergantung sepenuhnya kepada pemerintah lokal karena sistem politik yang sudah terdesentralisasi dan kewenangan pusat sudah dilimpahkan.
Dengan kondisi tersebut, Chatib berharap BKPM di luar Jawa dapat meningkatkan kinerjanya sehingga tercipta persaingan antar daerah yang sehat.
"BKPM saat ini sedang menjalankan program 'Regional Champions' pada tujuh provinsi, enam di antaranya berada di luar Pulau Jawa. Agenda tersebut diharapkan dapat menarik investasi yang lebih besar," kata Chatib.
Dalam program 'Regional Champions', BKPM akan melakukan promosi aktivitas ekonomi yang berbeda-beda di masing-masing provinsi yang terpilih dengan tujuan menarik lebih banyak PMA.
Diharapkan keberhasilan-keberhasilan ekonomi di provinsi-provinsi tersebut dapat memotivasi sekaligus menginspirasi daerah lain untuk meniru kesuksesan tersebut.
Ketujuh provinsi yang masuk dalam 'Regional Champions' adalah Jawa Tengah, Sumatera Barat, Aceh, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.
Sumber : Media Indonesia / Antara