Beranda»Bisnis & Investasi»Kadin Aceh dan Jabar dukung pemberian sanksi bagi pengusung Munaslub

Kadin Aceh dan Jabar dukung pemberian sanksi bagi pengusung Munaslub

BISNIS ACEH
Jum`at, 26 April 2026 22:53 WIB

[FOTO : Istimewa]">FOTO : IstimewaLogo Kadin

JAKARTA - Kadin Indonesia memberikan sanksi tegas kepada para pelaku Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) oleh segelintir pihak yang mengatasnamakan Forum Kadin Provinsi dan Pimpinan Dewan Pertimbangan Pusat.

Ketua Umum Kadin Jawa Barat Agung suryamal mengatakan, dalam organisasi suatu kepengurusan terkadang ada dinamika dan itu baik untuk arah yang lebih positif. Akan tetapi dinamika yang terjadi akhir-akhir ini dalam tubuh Kadin sudah terlalu jauh ke arah yang negatif, sehingga diharapkan kalangan dunia usaha tidak terpengaruh dan membuang-buang waktu, karena banyak tantangan ekonomi yang harus dihadapi dan menjadi menjadi perhatian bersama.

"Kami meminta Kadin pusat untuk melakukan tindakan dan langkah-langkah yang tegas dengan pemberian sanksi siapapun pelakunya baik itu dari dalam kadin provinsi maupun dewan pertimbangan pusat," ujar Agung saat menghadiri acara Rakor Kadin Indonesia dan Kadin Provinsi di Hotel Four Seasons, Jakarta, Kamis (25/4/2026) malam.

Senada dengan Agung, Ketua Kadin Aceh Firmandez mengatakan pihaknya meminta Kadin pusat untuk menindak tegas kepada para pimpinan kadin daerah yang mendukung Munaslub. Karena sebenarnya Kadin-kadin provinsi sudah membuat mandat secara tertulis untuk menolak adanya Munaslub.

"Lagipula pembentukan Forum Ketua Umum Kadin Provinsi yang diatasnamakan oleh pendukung Munaslub sebenarnya belum pernah terbentuk dan perlu dipertanyakan," tegas dia.

Dewan Kehormatan Kadin Indonesia Aburizal Bakrie menyayangkan permasalahan yang sedang dihadapi oleh Kadin. Menurutnya, dewan pengurus saat ini harus lebih memperhatikan dua kontituen penting Kadin yang terdiri dari asosiasi-asosiasi yang untuk sektoral dan juga Kadin Provinsi.

Dirinya berpesan agar Kadin dapat mengoptimalisasikan peran dan fungsinya sebagai payung dunia usaha dan eksistensinya harus dipelihara dengan baik oleh pihak-pihak terkait di kalangan dunia usaha itu sendiri.

Dewan Kehormatan Kadin Indonesia lainnya MS Hidayat berpendapat anggota Kadin harus memiliki sportivitas yang tinggi tanpa harus mengenyampingkan etika dan sikap yang positif. "Terkait Munaslub, mudah-mudahan tidak sampai terjadi Kadin menjadi dua, dan yang terpenting adalah membuat Kadin ke depan menjadi lebih kuat, berbobot dan berwibawa," pesannya.

Menanggapi kemelut terkait pelaksanaan munaslub oleh pihak-pihak yang kontra, Ketua umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto menuturkan, jika dikatakan komunikasi kadin pusat dengan daerah kurang baik dan kunjungan kadin pusat ke daerah kurang intens itu sah-sah saja, mungkin itu hal yang harus diperbaiki dalam kepengurusan kadin sekarang.

"Namun, apakah alasan itu cukup kuat untuk menggelar Munaslub?" katanya.

Suryo juga mengatakan, pertimbangan untuk menindak tegas harus dilakukan kepada para pelaksana munaslub untuk memenuhi permintaan kadin provinsi yang masih memperjuangkan eksistensi kadin sebagai wadah tunggal dunia usaha.

Selain dihadiri oleh Aburizal Bakrie dan MS Hidayat, acara Rakor Kadin Pusat dan Kadin Daerah itu dihadiri pula oleh Dewan Kehormatan Kadin Indonesia lainnya yang merupakan para mantan ketua umum Kadin antara lain Sukamdani Gitosardjono dan Adi Putera Tahir. Menurut data yang dihimpun Kadin, tercatat 22 Pimpinan Asosiasi dan 22 Kadin Provinsi turut hadir dalam Rakor tersebut.

 

Sumber : Liputan6



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close