JAKARTA - Laju IHSG pada perdagangan Selasa (23/4/2026) diprediksi konsolidasi pada kisaran 4.970-5.022. Cermati data-data ekonomi AS dan laporan kinerja emiten kuartal I-2013.
Pada perdagangan Senin (22/4/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah tipis 1,54 poin (0,03%) ke posisi 4.996,923. Intraday terendah di level 4.973,584 dan tertinggi 5.026,919. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan net buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net sell.
Purwoko Sartono, Research Analyst dari PT Panin Sekuritas mengatakan, IHSG terkoreksi tipis melanjutkan koreksi yang terjadi pada perdagangan terakhir pekan lalu. “Berlanjutnya aksi profit taking terjadi di tengah menguatnya sebagian bursa regional,” katanya kepadadi Jakarta, Senin (22/4/2026).
Kenaikan sebagian bursa regional, lanjut dia, menyusul data ekspor Jepang yang menguat seiring dengan depresiasi Yen terhadap dolar AS. “Selain itu, ada ekspektasi akan rencana program stimulus Jepang,” ujarnya.
Pasar juga, lanjut Purwoko, menyambut hasil pemilu di Italia yang diharapkan akan mampu membawa negara tersebut ke dalam fase pemulihan.
“Disisi lain pergerakan bursa regional masih dibayangi oleh beberapa isu antara lain Fitch Rating yang menurunkan peringkat Inggris dari AAA menjadi AA+ seiring dengan lesunya outlook ekonomi dan fiskal negara tersebut,” tuturnya.
Fitch juga, lanjut Purwoko, memperkirakan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris mencapai puncaknya sebesa 101% pada 2015-2016. “Untuk jangka pendek kami perkirakan pasar masih akan mencermati beberapa data dari AS, serta laporan keuangan emiten,” ucapnya.
Di atas semua itu, Purwoko memproyeksikan laju IHSG Selasa (23/4/2026) bergerak konsolidasi pada kisaran support-resistance 4.970-5.022. | inilah