BANDA ACEH - Budi daya lebah madu masyarakat pinggiran hutan di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, semakin berkembang, sehingga usaha tersebut terus meluas yang pada gilirannya mampu meningkatkan pendapatan warga.
Kepala Bidang Kehutanan pada Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Aceh Utara M Ikhwan, Rabu (23/1), mengatakan saat ini sudah dua kecamatan yang berada di pinggiran hutan mulai mengusahakan budi daya lebah madu, yaitu Kecamatan Nisam dan Kecamatan Bandar Baru.
Dia mengatakan untuk mendukung kegiatan usaha masyarakat tersebut, dalam APBK Aceh Utara 2013, pihaknya menganggarkan sebanyak 10 hektare tanaman Caliandra sebagai pakan bagi lebah madu untuk dapat terus berproduksi.
Ikhwan menyebutkan tujuan dianggarkannya biaya untuk pengadaan tanaman Caliandra sebagai pakan bagi lebah, karena tanaman tersebut berbunga sepanjang tahun dan menjadi hal yang sangat menarik bagi lebah untuk menghisap sarinya.
Tanaman tersebut, akan dibagikan kepada masyarakat di dua kecamatan untuk ditanami pada lahan milik masyarakat dan pinggiran hutan, agar lebah-lebah tersebut dapat semakin berkembang biak dan menghasilkan produksi madu sebagaimana yang diinginkan.
Dia menyebutkna awalnya budidaya lebah madu hanya dilakukan oleh kelompok tani di Kecamatan Nisam. Namun karena hasil dan prospeknya begitu baik, masyarakat di kecamatan lain ingin juga mengembangkan hal yang sama.
Apalagi kebutuhan madu sangat besar sebagai obat-obatan, sehingga memiliki harga jual yang tinggi. Bahkan, untuk kebutuhan lokal saja tidak mencukupi yang akhirnya harganya menjadi mahal. Sementara kualitas madu yang dihasilkan melalui penangkaran lebah seperti dimaksudkan memiliki kualitas yang bagus.
Terhadap besarnya peluang usaha tersebut, pihaknya sangat berkeinginan agar seluruh wilayah pinggiran hutan di Aceh Utara, masyarakatnya dapat mengembangkan dan membudidayakan hal yang sama.
“Selain sebagai upaya untuk mencegah pengrusakan hutan, karena dengan membudidayakan lebah madu, kondisi hutan harus tetap terjaga. Masyarakat juga secara langsung akan memperoleh hasil sehingga tidak merusak hutan untuk mata pencahariannya,” tambahnya.
Selain itu yang tak kalah pentingnya adalah, kelestarian hutan tetap terjaga, ungkap Ikhwan.
Sumber : Bisnis/Antara