Beranda»Agribisnis»Pasca tsunami, banjir durian Aceh dua kali dalam setahun

Pasca tsunami, banjir durian Aceh dua kali dalam setahun

BISNIS ACEH
Selasa, 08 Januari 2013 13:30 WIB

IlustrasiFOTO : ISTIMEWAIlustrasi

JANTHO - Selama dua bulan belakangan, sejumlah daerah di Aceh seperti Aceh Besar, Aceh Selatan dan Aceh Jaya dibanjiri buah durian. Ketiga daerah tersebut merupakan wilayah yang tidak pernah absen panen durian setiap tahun. Namun di balik panen itu, sejumlah warga mengaku heran pasca bencana tsunami 26 Desember 2004 lalu setiap pohon durian berdua kali dalam setahun.

"Saya heran juga, pasca tsunami durian di Aceh Besar, Aceh Jaya dan Aceh Selatan, berbuah dua kali dalam setahun. Padahal sebelum tsunami hanya sekali setahun.," ujar seorang pekebun durian di Kecamatan Lhong Aceh Besar, Bukhari (38), Minggu (6/1) sore.

Menurutnya, panen buah durian yang melimpah sejak Oktober 2012 lalu, merupakan suatu rahmat yang diberikan Allah SWT kepada penduduk Aceh yang banyak menjadi korban tsunami lalu.

Puluhan ribu ton durian Lhong dan daerah lainnya dipasarkan ke sejumlah kota, seperti Banda Aceh, Meulaboh, Lhokseumawe dan lainnya. Kecamatan Lhong merupakan salah satu daerah penghasil durian terbesar di Aceh Besar.

Karena rasa yang khas dan cukup manis, lintasan jalan Gunung Lhong selalu disinggahi warga untuk menikmati buah durian yang dijajakan di beberapa gubuk pinggir jalan. Pada beberapa titik lintasan jalan seputaran lereng gunung Lhong, selalu didapati pondok durian.

Pondok tersebut merupakan tempat jualan sekaligus pendistribusian durian ke sejumlah kota.

Seorang pekebun dan penjual durian di lereng gunung Lhong, Salahudin (34) mengatakan, durian berbuah dua kali dalam setahun itu berlangsung sejak tahun 2006 hingga sekarang. "Untuk tahun 2012 saja, panen pertama mulai April sampai Juli, kemudian panen kedua Oktober sampai saat ini," kata Salahudin seraya menambahkan, sejumlah pohon durian miliknya sekarang sudah ditumbuhi putik. Dia memperkirakan akan kembali panen pada Mei.

Sementara itu, harga durian di pasaran sekarang mulai naik sekitar 20 persen dari harga sebelumnya. Kenaikan ini disebabkan, produksi durian Aceh turun seiring berakhirnya musim panen raya pada Januari ini. "Sekarang masih ada pohon durian yang berproduksi, tapi sudah tinggal sisanya sehingga harga durian di pasaran menjadi naik. Walau sudah naik, warga masih terus membelinya dan selalu laris," kata Salahudin

Faktor lain yang mendorong kenaikan harga durian itu adalah permintaan warga tetap tinggi. Bila harga sebelumnya untuk buah durian ukuran sedang Rp5.000 sekarang menjadi Rp6.500-Rp7.000. Sedangkan ukuran besar dari Rp10.000 menjadi Rp15.000.

 

Sumber : Analisa



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda

Terbaru di Agribisnis

Close