Beranda»Agribisnis»Petani hortikultura Lhokseumawe gagal panen

Petani hortikultura Lhokseumawe gagal panen

BISNIS ACEH
Senin, 07 Januari 2013 10:28 WIB

[FOTO : medanbisnisdaily]">FOTO : medanbisnisdailyIlustrasi petani hortikultura

LHOKSEUMAWE - Sejumlah petani hortikultura di wilayah Kota Lhokseumawe gagal panen dikarenakan hujan yang terus mengguyur membuat areal pertanian kebanjiran.

Faktor curah hujan yang tinggi diperparah dengan saluran pembuangan yang tidak ada, alhasil air hujan menggenangi lahan pertanian dan bisa berlangsung berhari-hari. Pengakuan salah seorang petani, Rusli, Minggu (6/1), tanaman gambas miliknya seluas dua rante tidak bisa dipetik hasilnya, karena baru sekitar 20 hari tanam sudah direndam banjir akibat hujan lebat.

“Tidak hanya saya yang mengalami nasib seperti ini, petani lain juga sama. Areal pertanian di Kecamatan Muara Dua lebih banyak ditanami tanaman hortikultura, namun rata-rata gagal panen karena terendam air,” ungkapnya.

Petani lain, Murtala juga mengatakan hal senada. “Setiap hujan kawasan pertanian kami selalu tergenang air, ini tidak perlu terjadi apabila saluran pembuang ada,” katanya.

Menurut Murtala, memang ada gorong-gorong yang dibangun pihak ExxonMobil di sepanjang jalan line pipa, tapi gorong-gorong itu tidak sesuai dengan kondisi alam.

“Bagaimana air bisa mengalir ke gorong-gorong, jika dibangun lebih tinggi ketimbang parit. Ada juga setelah dibangun malah sumbat,” keluhnya.

Di desa lain seperti Meriah Paloh, petani hortikultura juga mengalami gagal panen. “Ya gagal panenlah, karena tanaman kacang panjang yang sudah siap panen juga terendam. Apalagi banjir yang menggenangi tanaman kami tidak kunjung surut, alhasil batang kacang panjang jadi busuk, karena terendam air berhari-hari,” kata Rusli.

Solusinya, sambung Rusli, di kawasan pertanian harus ada saluran pembuang permanen, sehingga ketika hujan banjir bisa diminimalisir.

“Pemko Lhokseumawe harus melakukan peninjauan ke lokasi setiap kali banjir melanda kawasan pertanian, agar bisa dilihat langsung bagaimana kondisi petani. Sekaligus bisa disurvei secara akurat lokasi saluran pembuang,” imbaunya.

 

Sumber : Medanbisnis



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda

Terbaru di Agribisnis

Close