LHOKSEUMAWE - Hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Aceh Utara, Aceh, akhir-akhir ini menurun hingga 50 persen, akibat musim pancaroba yang terjadi di perairan laut wilayah itu.
Panglima Laot (lembaga adat laut) Kabupaten Aceh Utara Ismail Insya di Lhokseumawe, Jumat mengatakan, musim pancaroba yang merupakan peralihan antara musim angin barat menuju musim angin timur itu membuat kondisi perairan kurang menguntungkan untuk mencari ikan.
Akibatnya, hasil tangkapan ikan nelayan mengalami penurunan hingga 50 persen. Untuk jenis ikan sendiri yang mampu didapati oleh nelayan seperti tongkol dan beberapa jenis ikan lainnya. Sementara untuk jenis udang sendiri sangat menurun tangkapannya, ujar Ismail.
Disebutkan, hasil tangkapan ikan akan normal kembali bila sudah masuk musim angin timur, yaitu terjadi pada November-Februari. Selanjutnya diakhir Maret kembali lagi terjadi musim barat.
Akibat dari pergantian musim tersebut yang mengakibatkan produksi ikan tangkapan berkurang. Banyak nelayan di wilayah Aceh Utara yang tidak terlalu beraktivitas dan memilih menjangkarkan boatnya, kata Ismail.
Ia menyatakan, akibat minimnya hasil tangkapan nelayan selama ini, membuat harga ikan di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe melonjak dari biasanya.
Lonjakan tersebut, terjadi hampir pada semua jenis ikan yang umumnya dikonsumsi masyarakat luas. Sementara harga ikan kualitas ekspor bertahan normal, antara lain tuna.
Husaini, pedagang ikan di pasar Lhokseumawe mengatakan, harga ikan tongkol saat kondisi biasa dijual dengan harga Rp18.000/Kg kini naik menjadi Rp20.000/Kg, rambe dari Rp35.000/Kg naik menjadi Rp40.000/Kg.
Sumber : Antara