JAKARTA - Tingginya ketergantungan kebutuhan bawang putih dari impor, diakui pedagang telah mendorong kenaikan harga yang sangt tinggi.
Dari pantauan INILAH.COM di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, harga bawang putih sudah mencapai Rp43.000 per kilo gram (kg).
"Dari Jumat harga sudah mulai naik, Jumat siang kita jual Rp35.000, Sabtu kita jual Rp39.000 dan Minggu ini kita jual Rp43.000," kata Alek Pedagang Sayuran UD Munthe Junior, Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta, Minggu (10/3/2026).
Untuk kualitas bagus, bawang putih dijual Rp43.000 per kg, sementara untuk yang kualitas jelek/bawang banci dijual Rp34.000 per kg.
Alek mengatakan, tingginya harga bawang putih disebabkan tidak adanya pasokan dari distributor. Dari yang biasa dikirim 35 ton per hari, saat ini belum ada satu ton pun pengiriman. "Sudah dua minggu ini kita tidak dapat pasokan, kata agen sih barang memang lagi seret," ujar Alek.
Lebih lanjut Alek mengatakan bahwa bawang putih yang dijual di kiosnya seratus persen merupakan bawang impor, yang didatangkan khusus dari China. "Gak pernah jualan bawang putih lokal, liat saja barangnya belum pernah," ujar Alek.
Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan mengatakan, kenaikan harga bawang putih yang terjadi saat ini dinilai sudah tidak wajar. Karena itu, menurut dia, harus ada tata niaga yang benar, agar harga tidak dipermainkan. "Tata niaga bawang putih inilah yang harus kita tata," kata Rusman Jumat (8/3/2026).
Dari total kebutuhan bawang putih nasional, 90% didatangkan dari impor, dan hanya 10% dipasok dari dalam negeri.
Sumber | inilah