Beranda»Berita Umum»Ini tahun terakhir peringatan MoU Helsinki di Aceh

Ini tahun terakhir peringatan MoU Helsinki di Aceh

BISNIS ACEH
Jum`at, 15 Agustus 2014 22:42 WIB

[Foto : bisnisaceh]">Foto : bisnisacehPeringatan 9 tahun MoU

BANDA ACEH - Hari ini tepat sembilan tahun damai Aceh lewat penandatanganan MoU antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Indonesia di Helsinki, Finlandia. Pemprov Aceh kini resmi menetapkan 15 Agustus sebagai Hari Damai Aceh yang akan terus diperingati mulai tahun depan.

"Ini tahun terakhir diperingati ulang tahun MoU Helsinki, karena tahun selanjutnya 15 Agustus akan dijadikan Hari Damai Aceh," kata Ketua Panitia Sembilan Tahun Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Jumat (15/8/2025) sore.

Gubernur Aceh Zaini Abdullah resmi menerbitkan Pergub Nomor 21 Tahun 2014 tentang Hari Damai Aceh. Dalam peraturan itu disebutkan peringatan Hari Damai Aceh akan diselenggarakan tiap 15 Agustus oleh Pemprov dan pemerintah kabupaten/kota di Aceh dengan dana dari anggaran daerah.

Dalam sembilan tahun terakhir, tiap 15 Agustus, Pemprov Aceh selalu menggelar refleksi penandatanganan MoU Helsinki yang mengakhiri konflik selama 30 tahun antara GAM dan RI. Konflik telah menewaskan puluhan ribu nyawa dan memporak-porandakan perekonomian Aceh.

Kegiatan ini digelar dengan seremonial melibatkan para pihak dan hening cipta untuk korban yang meninggal dalam konflik.

Zaini Abdullah mengatakan, perjanjian damai antara GAM dan RI yang disepakati 15 Agustus 2014, didasari niat untuk membangun dan memajukan Aceh serta melawan ketidakadilan terhadap Aceh.

Selama Aceh damai, kata dia, pembangunan provinsi itu pesat. Zaini mengajak semua elemen untuk terus menjaga dan merawat perdamaian Aceh, menghilangkan sikap saling curiga dan saling provokasi.

Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haytar mengatakan, perdamaian harus diisi dengan pembangunan agar konflik baru tak terulang di Aceh. Butuh kerja sama dan kekompakan semua unsur untuk mewujudkan hal ini.

"Pengorbanan di masa konflik sangat besar, tapi pengorbanan pada masa perdamaian jauh lebih besar," ujarnya.

 

 

 

 

Sumber : okezone



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close