BANDA ACEH - Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, membutuhkan data riil sektor pertanian agar program pembangunan sektor tersebut tepat sasaran dan berjalan seperti diharapkan dalam upaya menyejahterakan masyarakat.
"Untuk mengembangkan kebijakan sektor pertanian harus didukung dengan data riil dan akurat," kata Bupati Aceh Tengah Nasaruddin di Takengon, Jumat.
Dalam sambutan tertulis dibacakan Asisten I Sekdakab Aceh Tengah Muhammad Syukri, dijelaskan data merupakan dasar pengambilan kebijakan.
Dan sektor pertanian merupakan penyumbang tertinggi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di daerah ini yang mencapai 45,76 persen.
Selain itu, Bupati menjelaskan, pentingnya data yang akurat agar perencanaan pembangunan di sektor pertanian tidak mengalami masalah dimasa mendatang.
"Saya berharap agar sensus kali ini benar-benar menggambarkan kondisi nyata tentang statistik pertanian di Aceh Tengah. Jangan ada unsur rekayasa atau data-data fiktif yang justru dapat menimbulkan masalah perencanaan pembangunan, khususnya pertanian dan perkebunan rakyat," kata dia.
Sementara Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Tengah Orza Santifa, mengatakan sensus pertanian akan diselenggarakan merupakan program nasional dan dimulai selama bulan, mulai Mei 2013.
Agar sensus berjalan lancar, menurut Oriza, diperlukan publikasi dan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk pihak-pihak terkait langsung selama sensus dilakukan.
"Sensus pertanian dilaksanakan 10 tahun sekali. Jadi kalau datanya tidak akurat maka daerah akan rugi. Karenanya diharapkan masyarakat dan pihak terkait agar memberikan informasi yang benar kepada petugas," kata dia menambahkan.
Sumber : Antara