Beranda»Agribisnis»60.000 Ton bawang merah impor siap masuk

60.000 Ton bawang merah impor siap masuk

BISNIS ACEH
Rabu, 03 April 2026 15:07 WIB

[FOTO : Istimewa]">FOTO : IstimewaIlustrasi

JAKARTA - Kementerian Perdagangan menyoroti kosongnya pasokan bawang merah di triwulan pertama. Karena persoalan cuaca, petani di sentra-sentra bawang seperti Brebes, Jawa Tengah masih belum berproduksi.

Situasi ini yang dipandang pemerintah sebagai biang keladi naiknya harga bawang merah hingga tembus lebih dari Rp 50.000 per kilogram di beberapa daerah.

Alhasil impor harus dilakukan pada semester I tahun ini untuk menutup konsumsi nasional dan menurunkan harga. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan bawang merah impor gelombang pertama akan datang 5 April mendatang. Selama dua bulan ke depan, 60.000 ton bawang merah dari luar negeri akan digelontorkan ke pasaran.

"Yang tanggal 5 itu puluhan kontainer. Tapi totalnya itu bisa 2.000 kontainer, kalau 1 kontainer itu kan 30 ton, ya 60.000 ton itu kurang lebih 2.000 kontainer dalam 2-3 bulan ke depan," ujarnya di komplek DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/4).

Mendag menjamin pasokan bawang merah impor itu akan dijaga supaya tidak masuk ke sentra-sentra produksi bawang. Sehingga harga jual saat panen raya Juni mendatang tidak anjlok.

"Ini kita jaga arusnya supaya tidak tabrakan dengan panen raya di Brebes. Panen rayanya Juli. Panennya itu bertahap. Tapi yang pasti kepentingan kita adalah menurunkan harga, tapi juga menjaga di level-level agar (harga) tidak terlalu rendah agar petani bisa menikmati," kata Gita.

Mendag mengakui produksi bawang merah nasional sebetulnya mencukupi kebutuhan di kisaran 900.000 ton per tahun. Bahkan Indonesia menjadi eksportir di bulan-bulan tertentu, karena konsumsi nasional hanya sekitar 400.000 ton per tahun.

Gita berjanji akan membicarakan sistem pengaturan stok dengan Kementan lantaran persebaran produk selalu kosong di triwulan pertama. Apalagi komoditas bawang merah tidak bisa lama disimpan di gudang.

"Kita terbelenggu siklus (panen). Nanti akan kita bicarakan bersama Kementan bagaimana mendistribusi hasil panen agar menutup kebutuhan di seluruh bulan," tandasnya.

 

Sumber : Merdeka



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close