LHOKSEUMAWE - Sebuah bom granat yang masih memiliki daya ledak aktif kembali ditemukan di Kabupaten Aceh Utara. Granat kecil yang berbentuk buah nenas itu ditemukan oleh Baktiar, 22, yang merupakan salah seorang santri Dayah Nurul Kamal, Kampung Tutoeng, Kecamatan Matang Kuli, pada Selasa 28 Mei 2013 kemarin.
Kapolres Aceh Utara AKBP Farid Baktiar Effendi Sik, melalui Kapolsek Matang Kuli, Ipda Sugiono mengatakan, bom granat yang masih aktif itu ditemukan oleh remaja yang bekerja di dayah tersebut saat dirinya pergi memancing ikan di sebuah sungai dekat komplek dayah. Melihat suatu benda yang mencurigakan di pinggir sungai, remaja itu langsung mengambilnya dan membawa pulang ke komplek dayah tempat ia mengaji.
Beruntung, karena bom granat yang memiliki berat hampir setengah kilogram bahkan masih aktif ini belum sempat meledak, meski sudah dibawa pulang dari tempat penemuannya. Bom granat tersebut diserahkan oleh remaja itu kepada pimpinan dayah, kemudian pimpinan mencoba menghubungi Kapolsek setempat untuk memastikan apakah itu masih aktif.
“Setelah dibawa pulang bom ke komplek dayah, kemudian pimpinan dayah menghubungi kami dan kita langsung turun ke TKP untuk memastikan ternyata masih aktif,” kata Kapolsek Matang Kuli, Ipda Sugiono, kepada Bisnis Aceh, hari ini, Rabu.
Sugiono mengatakan, penemuan bom granat ini sempat mengejutkan warga sekitar apalagi bom masih aktif. Setelah diketahui, pihaknya langsung menginformasikan ke Polres dan tersambung ke Jibom (Penjinak Bom) Bromob Jeulikat, Lhokseumawe untuk segera diamankan. “Saat ini bom itu sudah diamankan polisi, Jibom Brimob Jeulikat,” terang Kapolsek Sugiono.