Berita Umum
Pemerintah Aceh diminta realisasikan sisa dana bantuan gempa Gayo senilai Rp30,84 miliarBANDA ACEH - Pemerintah Aceh diminta realisasikan dana senilai Rp30,84 miliar sebagai sisa bantuan provinsi untuk membangun kembali rumah para korban gempa di dataran tinggi “Tanah Gayo”, Kabupaten Aceh Tengah.
“Kami yakin Pemerintah Aceh melalui pihak terkait sudah memikirkan hal itu, dan disisi lain memang masyarakat korban gempa yang rumahnya rusak berat juga sangat membutuhkan agar bantuan segera disalurkan,” kata Bupati Aceh Tengah Nasaruddin di Takengon, Sabtu.
Hal tersebut disampaikan bupati melalui Kabag Humas dan Protokol Setdakab Aceh Tengah Mustafa Kamal. Gempa berkekuatan 6,2 skala richter menguncang dataran tinggi “Tanah Gayo” yang meliputi Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah pada 2 Juli 2013.
Tidak kurang dari 40 orang meninggal dunia dan ratusan warga di dua kabupaten bertetangga itu luka-luka akibat gempa, selain berakibat ribuan unit rumah penduduk rusak berat dan ringan akibat bencana terburuk dipertengahan tahun 2013 itu.
Data Pemkab Aceh Tengah menyebutkan sebanyak 4.142 unit rumah warga daerah penghasil kopi arabika itu mengalami kerusakan dalam kategori berat akibat guncangan gempa tersebut.
Bupati Nasaruddin menjelaskan, total bantuan yang semestinya ditanggung Pemerintah Aceh untuk membantu pembangunan kembali rumah korban gempa di daerahnya mencapai sebesar Rp82,84 miliar, namun baru terealisasi dan sudah ditransfer ke kas daerah Aceh Tengah senilaiRp52 milar.
“Hingga kini kami masih menunggu realisasi sisa dari anggaran yang belum dicairkan. Kami berharap ini bisa segera dan masyarakat korban memang membutuhkan untuk membangun kembali rumahnya,” kata dia menambahkan.
Bantuan yang telah ditetapkan untuk rumah rusak berat sebesar Rp40 juta/unit yang dananya bersumber dari Pemerintah Pusat dan Rp20 juta/unit disepakati dari Pemerintah Aceh.
Khusus Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB), sejauh ini sudah menangani sebanyak 3.867 unit rumah rusak berat atau mencapai 93 persen dari total seluruh rumah yang mengalami rusak berat.
Sementara sisa yang belum tersentuh penanganan BNPB berjumlah 275 unit rumah rusak berat atau 6,4 persen lagi.
Sumber : antara