BANDA ACEH - Wakil Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengharapkan kepada warga Banda Aceh tidak merayakan malam Tahun Baru 2013 dengan berhura-hura karena bisa mencoreng syariat Islam di Aceh. "Kita mengajak warga untuk menghindari perbuatan hura-hura dan tidak bermanfaat," ungkap Illiza kepada wartawan di Banda Aceh, Minggu (30/12).
Illiza juga mengimbau agar pada malam pergantian tahun jangan diisi hal-hal yang mencoreng syariat Islam di Aceh, apalagi Pemko Banda Aceh ingin menjadikan ibukota provinsi ini sebagai kota madani.
"Saya mengharapkan seluruh lapisan masyarakat Kota Banda Aceh khususnya kaum muda agar dapat mematuhinya. Jangan mencoreng negeri syariat Islam dengan perbuatan yang tidak baik," ujarnya.
Imbauan bersama sudah dikeluarkan Muspida Kota Banda Aceh beberapa hari sebelumnya. Dalam imbauan itu Pemko meminta warga tidak ber hura-hura seperti membakar petasan dan kembang api serta hal-hal berbau maksiat.
Wakil Walikota menambahkan, pada malam Tahun Baru 2013, sejumlah personel Satpol PP dan WH, Polri, TNI, dan instansi terkait lainnya akan melakukan patroli di sejumlah tempat yang rawan pelanggaran syariat Islam. Pemko mengimbau warga agar lebih menghidupkan kegiatan yang positif dan meningkatkan keimanan dengan meramaikan tempat ibadah. Malam Tahun Baru sebaiknya diisi hal-hal positif seperti doa dan berzikir.
Sumber : Analisa