JAKARTA - Sebanyak 500 warga muslim Rohingya asal Myanmar telah memasuki Malaysia secara ilegal akhir pekan lalu. Mereka berenang sekitar 500 meter dari kapal yang mereka gunakan selama 15 hari.
Situs asiaone.com melaporkan, Selasa (1/1), Kepolisian Pulau Langkawi mengatakan sejauh ini pihaknya telah menemukan 482 orang termasuk kapten yang ditemukan sekitar 30 meter dari lokasi kapal dua hari lalu. Beberapa di antara mereka masih bersembunyi di Langkawi, sebelah barat Negara Bagian Kedah.
Mereka dipercaya sebagai salah satu kelompok muslim Rohingya paling banyak ingin bermigrasi ke Malaysia tahun ini. Mereka melarikan diri setelah meletupnya kerusuhan sektarian di kampung halaman mereka.
Para pengungsi ini mengaku telah membayar Rp 2,8 juta per orang kepada agen di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, untuk biaya perjalanan itu. Beberapa media di Malaysia menulis, kebanyakan dari antara pengungsi ini ditemukan dalam kondisi lemah dan lainnya terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit.
Kepala Polisi Langkawi, Harrith Kam Abdullah, mengatakan kapten kapal telah ditangkap kemarin. Namun, kapten tidak disebutkan namanya itu membantah mengetahui adanya pembayaran dikenakan bagi para pengungsi ini oleh agen.
Surat kabar the Star menulis satu orang meninggal setelah terkena baling-baling kapal ketika melompat ke laut. Korban telah dikubur di pemakaman khusus muslim di Langkawi kemarin. Para imigran gelap ini telah diserahkan ke departemen keimigrasian untuk menjalani pemeriksaan di pusat penahanan nasional.
Konflik antara umat Buddha dan muslim Rohingya di Myanmar telah menewaskan banyak orang. Selain itu, lebih dari 115 ribu orang dilaporkan harus mengungsi sejak Juni lalu.
Sumber : Merdeka