BIREUEN - Banjir bandang melanda wilayah Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, sekitar pukul 23.00 WIB Rabu (2/1/2026) malam tadi. Puluhan desa terendam. Saat ini warga mulai mengungsi ke tempat lebih tinggi maupun kerabat terdekat.
Banjir bandang tersebut terjadi diduga akibat hujan deras selama empat jam sejak pukul 18.00 WIB hingga 22.00 WIB. Selain dari itensitas curah hujan yang tinggi, air kiriman dari daerah penggunungan Peudada juga menjadi faktor penyebab banjir di kawasan Bireun itu.
"Sekitar pukul 22.00 WIB malam tadi, seluruh desa di kecamatan Peudada banjir, sehingga mengakibatkan ribuan rumah di kawasan itu tergenang air setinggi 1,5 meter. Selain mengenang rumah warga, air kiriman itu juga mengakibatkan ruas jalan negara Medan-Banda Aceh juga ikut tergenang setinggi mata kaki orang dewasa,” kata Camat Peudada, Ridhal Doni, saat dihubungi, Rabu (2/1/2026) tengah malam.
Menurut Ridhal, dari lima puluh desa di kecamatan Peudada yang terendam air kiriman, sejumlah desa di antaranya mengalami dampak terparah.
Adapun desa terparah yakni Desa Jaba, Tanjung Seulamat, Alu Sijuek, Mon Ara, Pulo Ara, Menasah Alue, Hagu, dan Desa Pucok Alue dengan masing masing ketinggian air mencapai 2,5 meter.
Selain merendam sejumlah desa di Kecamatan Peudada, banjir juga merendam kawasan Kecamatan Siblah Krueng, dan Kecamatan Jeumpa. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun warga saat ini terus bersiaga terhadap kemungkinan banjir kiriman susulan.
Sumber : Detik