JAKARTA - Slovakia atau Slowakia, mungkin untuk sebagian besar telinga kita masih terasa asing. Mungkin, kita lebih akrab dan lebih mengenal Cekoslowakia.
Ya, fakta itu tidak bisa dipungkiri. Slowakia berdiri sendiri sebagai negara pada 1993, setelah resmi berpisah dengan Republik Ceska (familiar dengan Ceko).
"Orang sering tidak tahu Slovakia. Saya sedih selalu ditanya apakah di sana ada perang," ungkap Stefan Rozkopal, Dubes Slowakia untuk Indonesia.
Dia menjelaskan Slowakia tidak seperti apa yang ada di benak sebagian besar warga Indonesia. Memang dahulu ada perang, tetapi itu sudah lama, yakni Perang Dunia II.
Namun, kesedihan sang Dubes itu sedikit terobati dalam sehari, tepatnya saat menghadiri acara Slovakia Day di Sekolah Fajar Hidayah, Kota Wisata, Bogor, Sabtu (24/11/2025).
Di sekolah modern itu segala hal terkait dengan Slowakia dikenali dan dipelajari semua siswa sekolah di kompleks perumahan kelas menengah atas itu.
"Ini penghormatan luar biasa. Bukan untuk saya, tetapi buat Tanah Air-ku," ujar Rozkopal yang fasih berbahasa Indonesia itu.
Tentu saja, dia merasa senang karena hampir seharian itu sang dubes serasa berada di 'rumah sendiri'. Dia pun merasa terharu saat melihat peta Slowakia yang dibuat siswa dipasang di lantai pintu masuk acara press conference khusus untuk para 'jurnalis' muda siswa Fajar Hidayah.
Rozkopal pun mengaku sangat cinta dengan Indonesia, dan menjadi dubes di Indonesia sungguh menyenangkan.
Itu diungkapkan saat ditanya oleh siswa seberapa besar dia mengenal kebudayaan dan seni, serta Indonesia pada umumnya.
Sebelum menjawab, dia pun balik bertanya. "Ada berapa pulau di Indonesia. Siapa yang tahu?"
Karena tidak ada yang menjawab dia pun mengungkapkan. "Ada 17.568 pulau di Indonesia. Ada 600 bahasa daerah di Indonesia," ujarnya, disambut tepuk tangan hadirin.
Rozkopal pun menjelaskan dia sangat menyukai dan tertarik dengan semua budaya di daerah di Indonesia.
Namun, dia mengungkapkan keprihatinannya dengan kondisi saat ini, karena sebagian budaya lokal hilang dan hancur, karena ekses dari kegiatan wisata yang 'tidak peduli' budaya.
"Anda generasi muda harus ingat dengan budaya nenek moyang. Jaga warisan budaya dan pahami sejarah. Saya sedih banyak orang Indonesia tidak mengetahui sejarah dan soal perang kemerdekaan," ungkapnya.
Indonesia, sambungnya, adalah negara yang besar. Jika peta Indonesia ditempelkan di peta Eropa, luas Indonesia sama dengan luas beberapa negara di Eropa. "Indonesia adalah negara yang luas, tetapi itu saja tidak cukup. Saya tadi berangkat dari Kuningan ke Kota Wisata sekitar 40 menit. Itu sama dengan waktu tempuh dari Bratislava, ibu kota Slovakia ke Budapest, ibu kota Hungaria."
Banyak hal yang harus dibenahi Indonesia, termasuk bagaimana pendidikan yang bermutu bagi generasi muda.
"Saya tidak pernah membayangkan menjadi duta besar, yang penting terus belajar sampai tingkat paling tinggi. Jangan pernah ragu untuk menaiki tangga, karena kita tidak pernah berada lebih atas dan lebih baik jika tidak mencobanya."
Dia pun kembali mengungkapkan kata bijak buat siswa. "Anda masih muda, tuntut ilmu setinggi mungkin. Jangan melihat bangunan ini hanya dibatasi atap, tetapi tidak sebatas atas ini. Masih bisa dibongkar dan lebih tinggi. Your dream aren't limited. Make it come true," ujar Rozkopal.
Sumber : Bisnis