Beranda»Berita Umum»Deklarasi dukungan untuk putra Aceh jadi menteri Jokowi

Deklarasi dukungan untuk putra Aceh jadi menteri Jokowi

H SAKY ~ BISNIS ACEH
Rabu, 20 Agustus 2014 16:47 WIB

Joko-MegaFoto : kompasJoko-Mega

BANDA ACEH - Sejumlah elemen sipil Aceh yang terdiri dari aktivis LSM, akademisi, pegiat budaya, hari ini mendeklarasikan dukungan untuk Nezar Patria yang merupakan salah satu putra terbaik Aceh untuk dapat duduk di kabinet Jokowi.

Dukungan yang disuarakan dengan membentuk Barisan penindaklanjut Pilpres Aceh (BPPA) ini dihadiri sejumlah unsur masyarakat dan awak media di Banda Aceh.

Juru bicara BPPA Reza Idria dalam keterangannya menjelaskan, dukungan elemen sipil Aceh didasarkan pada penilaian bahwa sosok Nezar Patria memiliki rekam jejak yang baik dan bersih, serta memiliki kapasitas untuk menjadi salah satu Menteri di kabinet Jokowi-JK.

"Kami menilai Nezar Patria memiliki kualifikasi yang layak masuk kabinet," katanya.


Hadir dalam deklarasi tersebut sejumlah tokoh masyarakat sipil, akademisi, seniman, dan juga sejumlah praktisi di Aceh sebagai bentuk dukungan pada Nezar Patria. Mereka yang hadir di antaranya hadir Direktur Aceh Institut (AI) Saiful Mahdi, seniman Aceh yang tergabung dalam lembaga Tikar Pandan, Fauzan Santa yang juga sempat membacakan dua puisi tentang dukungannya pada Nezar Patria.

Menurut Reza, sosok Nezar Patria merupakan figur yang tepat mewakili kalangan profesional untuk dapat duduk di kabinet Jokowi-JK, dan profil Nezar yang berlatar belakang jurnalistik lebih diterima semua kalangan.

"Nezar sosok yang tepat mewakili mimpi-mimpi Aceh," tukasnya.

Soal kementrian apa yang pantas dipercayakan kepada Nezar nantinya, Reza Idria menyebutkan bahwa hal tersebut mutlak menjadi kewenangan dan hak preogatif presiden tentunya.


Nezar Patria merupakan sosok putra kelahiran dari Kabupaten Pidie 5 Oktober 1970 yang saat ini masih menjabat anggota dewan pers sosok dan tokoh yang kerap membuka kasus-kasus pelanggaran HAM di Aceh pada masa DOM baik tingkat nasional maupun Internasional.

Nezar juga seorang aktivis Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) saat kuliah di Universitas Gajah Mada (UGM) pernah diculik oleh anggota Kopassus dari Grup IV Sandi Yudha yang kemudian lebih dikenal dengan Tim Mawar. Nezar merupakan satu dari sembilan aktivis yang dibebaskan. Sedangkan 13 rekannya yang lain sampai sekarang belum ditemukan.

Sementara itu Direktur lembaga penelitian Aceh Institut (AI) Saiful Mahdi yang juga dosen Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) mengatakan, sosok Nezar Patria diusung menjadi menteri di kabinet Jokowi-JK hasil dari diskusi dengan berbagai elemen di Aceh.

"Ini hasil pendiskusian panjang dengan multistakholder di Aceh, sehingga direkomendasikan Nezar Patria sosok yang tepat mengisi kabinet menteri Jokowi-JK," imbuhnya.

Nezar Patria di mata Saiful Mahdi tidak hanya menjadi wakil Aceh masuk dalam kabinet menteri Jokowi-JK, akan tetapi Nezar Patria yang merupakan alumnus master London School of Economics (LSE), Universitas London, Inggris tahun 2007 sosok yang berkualitas dan profesional.

"Janji Jokowi tidak bagi-bagi kursi, ini menjadi peluang Nezar Patria yang memiliki kualitas bisa masuk dalam kabinet Jokowi-JK nantinya," tutupnya.



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close