Beranda»Berita Umum»Buddha Tzu Chi ubah botol plastik jadi selimut

Buddha Tzu Chi ubah botol plastik jadi selimut

FAHMI ~ BISNIS ACEH
Jum`at, 01 Maret 2013 16:41 WIB

AFPSalah satu sentra daur ulang Buddha Tzu Chi di TaiwanAFP

TAIPEI - Yayasan Buddha Tzu Chi menggunakan proses 13 langkah untuk mengubah sampah botol plastik menjadi selimut dan boneka melalui ribuan sentra daur ulang yang dikelola oleh lembaga amal terbesar di Taiwan itu. Di sentra tersebut ratusan sukarelawan membantu menyortir dan mendaur ulang sampah botol plastik dan botol kaca juga peralatan elektronik.

Diberitakan oleh AFP, sekitar 40 orang dewasa terbenam hingga pergelangan kaki dalam sampah botol plastik di halaman salah satu sentra daur ulang di Taipei, sambil terus menginjak botol bekas tersebut agar jadi pipih. Penginjakan itu merupakan langkah pertama dari proses yang akan mengubah sampah menjadi barang berguna.

"Botol plastik tidak akan terurai secara alami, bahkan jika sampah itu sudah terkubur selama 1.000 tahun. Kita harus mulai mendaur ulang dan menggunakan kembali plastik bekas untuk mengurangi sampah dan polusi," kata Chien Tung-yuan, juru bicara Yayasan Tzu Chi. Chien melanjutkan, "botol-botol yang digunakan sedang diolah dan diproses dalam prosedur 13-langkah, untuk dibuat menjadi tekstil seperti selimut dan pakaian, juga boneka."

Tzu Chi mengoperasikan sekitar 5.400 sentra daur ulang di seluruh Taiwan dengan bantuan lebih dari 76.000 relawan dan telah mendistribusikan sekitar 460.000 selimut yang terbuat dari hasil daur ulang botol plastik sejak tahun 2007. Selimut tersebut dijadikan sebagai bantuan darurat di dalam dan luar negeri.

Chien juga menginformasikan bahwa relawan yang bertugas menghancurkan botol-botol plastik tersebut berasal dari dua panti rawat untuk penyakit mental yang berada di sekitar sentra. Kegiatan tersebut telah berfungsi sebagai bagian dari terapi mereka. "Mereka datang dua kali seminggu untuk tugas sederhana yang dapat membantu mereka berkonsentrasi dan menstabilkan emosi. Ini bukan hanya terapi bagi mereka, tetapi juga untuk tujuan yang sangat baik.." terangnya.

Taiwan telah mulai mendaur ulang plastik sejak lebih dari satu dekade yang lalu dan saat ini memastikan lebih dari 70 persen sampah mereka didaur ulang, menurut sumber di Kantor Administrasi Perlindungan Lingkungan. Pada tahun 2011, 193.000 ton plastik yang digunakan dikumpulkan dan diubah menjadi bahan baku senilai 172 juta dolar AS atau setara dengan 1,634 triliun rupiah.

Soal daur ulang, Taiwan pernah menjadi headline media internasional dengan produk "kain ramah lingkungan" yang digunakan untuk membuat jersey milik sembilan tim pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Yayasan Buddha Tzu Chi Taiwan pernah menyalurkan banyak bantuan kepada korban bencana tsunami Aceh beberapa waktu lalu. Bantuan berupa perumahan layak huni itu masih memasang label nama mereka hingga saat ini seperti terlihat di Neuheun dan Panteriek.

 


sumber: AFP



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close