Beranda»Berita Umum»4 Kegagalan Dahlan Iskan sepanjang 2012

4 Kegagalan Dahlan Iskan sepanjang 2012

BISNIS ACEH
Minggu, 30 Desember 2012 16:07 WIB

Dahlan IskanFOTO : ISTIMEWADahlan Iskan

JAKARTA - Sudah lebih dari satu tahun, Dahlan Iskan diberi mandat memegang tongkat komando Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dahlan dikenal memiliki ide dan target memajukan perusahaan pelat merah agar lebih bermanfaat bagi negara.

Sepanjang tahun ini, Dahlan bisa disebut berhasil menarik perhatian masyarakat dengan berbagai aksi-aksinya. Tapi, dari berbagai aksi nyentriknya di ruang publik, justru target Dahlan yang terkait kinerja BUMN justru belum tercapai.

Dahlan mengakui beberapa target memang belum tercapai karena adanya kendala dalam implementasinya. Kendala mulai dari dibohongi pemerintah daerah sampai ketidaksetujuan pemerintah sebagai pemegang saham perusahaan pelat merah.

Dari catatan merdeka.com, setidaknya ada empat target Dahlan yang belum tercapai pada tahun ini. Berikut catatan kegagalan Dahlan di tahun 2012.

1. Cetak lahan sawah 20.000 Ha

Dahlan Iskan menargetkan mencetak 20.000 hektar sawah baru pada tahun ini. Pada awalnya Dahlan sudah dijanjikan lahan dari Pemerintah Daerah Kalimantan Timur. Namun ketika Dahlan melihat langsung lahan tersebut, ternyata lahan yang dijanjikan  itu tidak ada.

Dahlan mengaku kecewa dan merasa dibohongi oleh Pemda Kalimantan Timur. Namun kekecewaan ini tidak berlarut-larut, Dahlan mencari lahan lain untuk pencetakan lahan sawah baru BUMN.

Tidak berselang lama, Dahlan kembali mendapatkan lahan di Kalimantan Barat. Namun lahan ini belum memenuhi target yang diinginkan Dahlan. Belum lama ini, Dahlan baru meresmikan 3.000 hektar lahan sawah baru di Ketapang, Kalimantan Barat.

Dahlan  mengakui mencetak lahan sawah baru memang sulit. Bahkan lebih sulit dari membuat real estate atau perumahan. Oleh karena itu Dahlan sedikit pesimis dengan target pencetakan 20.000 hektar sawah baru tahun ini.

"Bikin sawah garapnya harus hati hati, ini betul betul praktik yang historical. Ga bisa disamakan dengan buat real estate," ungkap Dahlan beberapa waktu lalu.

Dalam pengembangan sawah ini, Dahlan meminta Batan Teknologi untuk membuat iradiasi benih atau lahan agar padi yang dihasilkan bisa berkualitas.

2. IPO BUMN

Pada tahun ini, Dahlan menargetkan membawa 5 perusahaan pelat merah melantai di bursa saham. Dahlan berkeyakinan, dengan aksi tersebut akan membuat perusahaan lebih sehat karena lebih terbuka.

Bukan itu saja, aksi ini juga akan memperbesar pasar modal Indonesia, sehingga nantinya kapitalisasinya bisa mengalahkan pasar modal Singapura.

Namun tidak semudah itu. Untuk bisa melantai di bursa saham, perusahaan pelat merah harus mendapatkan lampu hijau dari pemerintah dan DPR. Dalam proses izin inilah Dahlan menghadapi banyak kendala, terlebih izin dari DPR.

Kegagalan terakhir saat Dahlan tidak berhasil melobi DPR untuk IPO PT semen Baturaja. 

Namun pada akhirnya, dari 5 target yang diinginkan Dahlan, hanya satu BUMN yang berhasil melantai di bursa saham yaitu Waskita Karya.

Menanggapi kegagalannya tersebut, Dahlan hanya pasrah dan tidak mau berkomentar banyak. Dahlan mengakui sulitnya IPO BUMN karena terbentur izin yang tak kunjung keluar. Tapi, IPO bukanlah harga mati untuk BUMN.

"Nggak IPO juga tidak apa-apa. Kalau izinnya nggak keluar gimana lagi? Itu bukan hidup dan mati BUMN," kata Dahlan beberapa waktu lalu.

3. Penggemukan sapi oleh BUMN

Tahun ini, Dahlan mempunyai ide menggemukkan sapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dahlan meminta PTPN yang selama ini mengelola sawit, ikut memelihara sapi. Sebab, dari penilaian Dahlan, daun sawit yang sudah kering bisa menjadi pakan sapi. Sebaliknya, kotoran sapi bisa menjadi pupuk bagi kelapa sawit.

Dahlan menargetkan 20.000 sapi akan digemukkan oleh PTPN tahun ini. Namun dalam perjalanannya, Dahlan mengaku kesulitan untuk memperoleh bibit sapi walaupun telah dicari ke pelosok daerah. Kesulitan menemukan bibit ini juga disinyalir menjadi penghalang swasembada daging sapi Indonesia.

"Ada kesimpulan hambatan swasembada daging bukan karena makanan ternak yang mahal. Setelah menemukan makanan ternak, masalahnya bibit. Itu belum ketemu," ungkap Dahlan.

4. Holding BUMN

Sebagai salah satu strategi memaksimalkan peran perusahaan pelat merah, Dahlan berencana membuat holding BUMN. Tujuannya memperbesar nilai, market value creation dan value enhancement.

Holding juga diyakini bermanfaat untuk mengkoordinasikan langkah agar dapat akses ke pasar internasional untuk sumber pendanaan yang lebih murah dan mengembangkan kemampuan manajemen puncak melalui cross-fertilization.

Awalnya, Dahlan menargetkan membentuk tiga holding BUMN yaitu holding perkebunan, farmasi, dan kehutanan. Dalam perkembangannya, Dahlan juga menyebut akan membentuk holding BUMN pupuk dan BUMN pangan.

Namun dari target tersebut, tidak semua bisa tercapai. Dahlan mengaku, untuk pembentukan holding BUMN membutuhkan izin dari pemerintah sebagai pemegang saham. Padahal, menurut Dahlan, dengan adanya holding akan memfokuskan BUMN bekerja di bidangnya.

Dahlan mengaku sudah mendapatkan restu dan dukungan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pembentukan holding BUMN.

Hingga penghujung tahun 2012, target holding BUMN tidak semuanya tercapai karena terkendala izin. Izin yang diminta oleh Kementerian beberapa kali harus direvisi karena adanya ketidakcocokan antara Kementerian dengan Pemerintah.

 

Sumber : Merdeka



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close