Beranda»Berita Umum»30 Orang ambil paksa mimbar khatib Jumat di Masjid Bireuen

30 Orang ambil paksa mimbar khatib Jumat di Masjid Bireuen

BISNIS ACEH
Sabtu, 06 April 2026 13:53 WIB

[FOTO : Istimewa]">FOTO : IstimewaIlustrasi Kota Bireuen

BANDA ACEH - Massa yang berjumlah 30 orang mengambil paksa mimbar untuk khatib Jumat di salah satu Masjid di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Akibatnya, khatib Jumat terpaksa menggunakan kursi plastik sebagai pengganti mimbar. Selain itu sejumlah jamaah termasuk polisi terluka.

Informasi yang dihimpun detikcom menyebutkan, peristiwa itu terjadi di Masjid Jama’atul Thullab di komplek Pesantren Tiathut Desa Arongan, Kecamatan Simpang Mamplang, Kabupaten Bireuen.

Kejadian itu berawal sekitar pukul 12.50 Jumat (5/4/2026) atau setelah azan pertama, di mana ratusan jamaah masjid baru selesai salat sunat dua rakaat. Tanpa diduga secara tiba tiba, sekelompok massa sekitar 30-an orang masuk ke mesjid.

Kemudian mereka meminta jamaah salat jumat yang terdiri atas santri pesantren Tiathut Thulab Desa Arongan dan warga sekitar menghentikan aktivitas salat Jumat di masjid tersebut.

Karena tak digubris jamaah, sekelompok orang itu pun mengambil paksa mimbar mesjid. Beberapa jamaah berusaha menolaknya dan mempertahankan mimbar itu agar tidak diambil paksa. Namun mereka tetap mengambilnya dan membawa ke luar pekarangan masjid.

Kapolsek Samalangga, Iptu Mawardi membenarkan kejadian tersebut. Namun pihaknya saat ini sedang melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut.

"Saat itu ada ratusan jamaah jumat termaksud di situ ada petugas kepolisian. Namun tiba tiba ada sekelompok massa sekitar 30 orang datang menerobos jamaah dan langsung mengangkat mimbar jumat itu secara paksa. Sampai sampai ada petugas kita yang terluka saat ingin menghalangi massa untuk membawa mimbar tersebut,” kata Kapolsek Samalanga, Iptu Mawardi saat dihubunggi, Sabtu (6/4/013).

Menurut Iptu Mawardi, kejadian itu disebabkan adanya perselisihan tanah antara warga sekitar dengan pengurus pesantren tersebut yang sudah berlangsung selama dua tahun. Sementara untuk menghindar bentrokan antara dua pihak, petugas polisi setiap jumat nya melakukan pengawalan khusus di mesjid pesantren itu.

"Untung saja kejadian kemarin sempat kita lakukan persuasif, sehingga tidak ada bentrokan fisik,” ujarnya.

Meskipun mimbar itu diambil oleh sekelompok massa, namun proses salat jumat tetap berlangsung hingga selesai. "Saat ini pihak muspika sedang musyawarah. Namun pihaknya tetap meyelidiki siapa saja yang terlibat dalam membawa kabur mimbar itu,” pungkasnya.

 

Sumber : Detik



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close