BANDA ACEH - Banjir melanda sebanyak 322 desa yang tersebar di 12 kecamatan di Aceh Barat. Namun, tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut.
Bupati Aceh Barat T Alaidinsyah menyebutkan hal itu. "Kami berharap hujan tidak lagi turun. Kondisinya saat ini sudah darurat dan warga kami minta tetap waspada," katanya di Meulaboh, Sabtu (6/4) malam.
Saat mengunjungi lokasi pengusian di Kecamatan Johan Pahlawan, Bupati Alaidinsyah mengatakan kawasan terparah dilanda banjir di Woyla Timur yang berjarak sekitar 50 kilometer arah utara Meulaboh.
Didampingi Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat Dedek Risman, ia mengatakan semua tim siaga bencana sudah siaga di sejumlah lokasi dan mengevakuasi warga ke tempat lebih aman.
Menurut Alaidinsyah, meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian diperkirakan cukup besar karena ada empat rumah warga dan jembatan rusak di Kecamatan Pante Ceureumen dan Woyla Timur.
"Untuk kerugian masih dalam pendataan. Hal yang jelas saat ini banyak padi petani yang sudah dipanen hanyut akibat banjir," katanya. Dedek Risman menambahkan pihaknya mendirikan dapur umum di Desa Pasie Masjid Kecamatan Johan Pahlawan. Untuk kecamatan lain hanya dikirim logistik dengan perahu karet.
Lebih dari 5.000 jiwa yang sudah didata sebagai pengungsi dan mendapat jatah bantuan logistik. "Warga Woyla Timur dan kecamatan lain tidak mau dievakuasi. Karenanya, kami hanya mengirimkan logistik sebab di sana mereka mengungsi di kawasan lebih tinggi yang sifatnya berpencar-pencar," katanya.
Samsuar, salah seorang pengungsi korban banjir asal Desa Pasie Masjid Johan Pahlawan, mengaku desanya kerap dilanda banjir. "Seharusnya dibangun tebing di pinggir sungai dan saluran air dibenahi. Banjir di sini selain faktor hujan juga sungai Meureubo. Apalagi permukiman kami dekat dengan aliran sungai," katanya.
Banjir juga menyebabkan terputusnya arus transportasi darat Meulaboh-Tutut karena ketinggian air di badan jalan hampir satu meter. | antara/metrotvnews