Beranda»Transportasi & Logistik»Dampak dolar melemah, harga mobil segera naik

Dampak dolar melemah, harga mobil segera naik

BISNIS ACEH
Minggu, 01 September 2025 18:28 WIB

JAKARTA − Kalangan agen tunggal pemegang merek tengah mempertimbangkan untuk menaikan harga jual mobil, menyusul dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan penaikan suku bunga sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 7,00 %.

Ketua III Gabungan industri kendaraan bermotor Indonesia (Gaikindo) Jhonny Darmawan menerangkan potensi kenaikan harga jual mobil diperkirakan akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Penaikan harga jual  mobil akan lebih karena terpengaruh dari  produk yang di impor dari luar negeri dalam bentuk utuh (CBU).

“Kalau kurs dolar diatas Rp11.000 tetap berjalan dalam beberapa pekan ke depan, maka harga jual mobil pasti naik,” ungkapnya, Minggu (1/9/2025).

Dia memaparkan di samping  mobil yang diimpor dalam bentuk utuh (CBU), produsen mobil yang memproduksi mobilnya dalam negeri juga turut berimbas akibat beberapa komponen mobil yang harus didatangkan dari luar Indonesia.

Selain itu, lanjutnya, suku bunga bank yang terus naik sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 7,00 % turut memicu besarnya pembiayaan kredit mobil.

Menurutnya, dengan suku bunga yang meningkat maka lembaga pembiayaan yang selama ini memberikan kredit pasti akan menaikan bunga  kredit mobil. Apalagi, sambungnya, dari 80 % konsumen yang membeli mobil menggunakan cara kredit.

Namun, Jhonny belum memastikan besaran kenaikan dan kapan kepastian kenaikan karena masih membaca situasi moneter yang terus berlangsung. “Kita berharap agar tidak terjadi lama sehingga tidak sampai naik harga jual mobil,” ungkapnya.

Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM)  Rahmat Samulo mengatakan  melemahnya rupiah pasti juga akan berdampak di harga produk Toyota. Namun, dampak yang diterima TAM tidak sebesar Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) lain yang lebih besar masih mengandalkan impor.

“Produk TAM sebagian besar sudah diproduksi di dalam negeri seperti Avanza dan Innova yang laris di pasaran domestik. Hal itulah yang membuat pelemahan rupiah berdampak kecil terhadap produk-produk Toyota,” ungkapnya.

Namun, Samulo mengatakan, pihak TAM masih terus berupaya untuk mengendalikan harga saat ini meskipun biaya produksi sudah mengalami kenaikan.

Samulo menambahkan,  kenaikan harga dipengaruhi juga oleh kenaikan harga biaya produksi yang meningkat. Oleh karena itu, pihak TAM terus berupaya agar ada kestabilan sehingga tidak mendorong penaikan harga jual mobil.

Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy mengungkapkan  harga jual produk-produk Honda juga akan mengalami kenaikan. Hal ini, sambungnya, karena banyaknya produk  HPM yang didatangkan dalam produk utuh (CBU)


“Sebagian besar produk-produk yang dipasarkan Honda diimpor dari Thailand. Bahkan, selain tergantung kurs dolar, nilai impor juga dipengaruhi oleh nilai mata uang Jepang, Yen,” ungkapnya.

Dia menerangkan, mobil-mobil segmen sedan milik Honda akan mengalami kenaikan harga jual sebab semuanya masih impor. Namun, Jonfis menambahkan, HPM juga belum menentukan besaran kenaikan dan kapan harga baru itu akan diberlakuan. "Belum final dan belum ditentukan kapannya," kata Jonfis.

Direktur Pemasaran PT KIA Mobil Indonesia (KMI) Hartanto Sukmono menegaskan bahwa penaikan harga jual mobil sangat begantung dari kuat lemahnya rupiah. Menurutnya, hingga saat ini prinsipal KIA Motor Corp dari Korea Selatan juga sedang mengamati gejolak moneter yang terjadi di Indonesia.

Dia mengungkapkan mobil KIA di Indonesia semuanya dalam bentuk impor sehingga jika nilai tukar rupiah terus dalam tekanan maka pasti akan dinaikan.

“Kita menunggu kebijakan dari prinsipal dan jika dinaikan harganya maka semua tipe mobil KIA pasti naik karena di produksi di Korea Selatan dan dikirim dalam bentuk utuh ke Indonesia,” ujarnya.

Namun, hingga saat ini, KMI masih sedang memperhatikan tekanan rupiah yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Hartanto mengungkapkan, jika dalam dua pekan ke depan akan terus terjadi seperti ini maka KMI akan menaikan harga jual mobilnya. | bisnis.com



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda

Terbaru di Transportasi & Logistik

Close