BANDA ACEH - Bangkai daging sapi beracun diduga beredar di pasar daging Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Peternakan Provinsi Aceh M Yunus, Rabu (13/3/2026) siang, di Banda Aceh.
Disebutkan, beredarnya bangkai daging beracun di pasar terungkap setelah warga Desa Darul Imarah dan personel kepolisian setempat menangkap tersangka pencuri sapi pada 10 Februari 2013 lalu. Modus pencurian gaya baru yang digunakan tersangka adalah dengan cara memberikan pisang yang dioleskan racun babi. “Sehingga sapi langsung mati setelah 15 menit kemudian,” kata Yunus.
Saat melakukan aksinya, pelaku juga menggunakan mobil rental sehingga tidak mudah dicurigai oleh warga. Kepala Polsek Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Iptu Macfud mengatakan, aksi pencurian sapi dengan cara menggunakan racun babi ini diduga sudah dilakukan tersangka sejak akhir tahun 2012 lalu. Namun, polisi baru berhasil mengungkapnya pada 10 Februari 2013 lalu.
“Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti dua ekor sapi yang sudah mati setelah diracun oleh tersangka dan dua unit mobil Avanza yang digunakan saat melancarkan aksinya," kata Macfud.
Macfud pun mengatakan, tujuh orang pelaku melarikan diri setelah di amuk massa saat kejadian. Namun, identitas ketujuh tersangka kini sudah diketahui dan masih menjadi buronan polisi.
Terkait modus ini, Yunus mengimbau warga untuk berhati-hati dalam memilih daging di pasar. Sebab, bangkai daging yang beracun dapat menimbulkan berbagai penyakit yang berbahaya di kemudian hari. “Daging beracun tidak mematikan, tetapi bisa menimbulkan berbagai penyakit di kemudian hari, jangka waktunya lama, dan kepada peternak sapi diharapkan untuk tidak melepaskan sapi sembarangan,” kata Yunus.
Yunus menambahkan, dalam waktu dekat akan dilakukan penertiban terhadap pasar-pasar daging dan rumah potong hewan yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar sehingga daging yang dikonsumsi masyarakat bebas dari racun dan sehat. | kompas