JAKARTA - PT Carrefour Indonesia menargetkan jumlah gerai mencapai 100 gerai hingga akhir tahun ini. Sumatera menjadi kawasan prioritas pengembangan ke depannya.
"Ekpansinya (buka gerai) sekitar 10%-20% tiap tahun," ujar Head of Public Affairs Satria Hamid Ahmadi, usai pembukaan gerai baru di Carrefour di Kota Casablanka, Jakarta, Jumat (31/8).
Meningkatnya konsumsi domestik mendorong perusahaan ritel asal Prancis itu terus mengepakan sayap bisnisnya di beberapa kota besar Indonesia. Menurut Satria, peningkatan ini menunjukan implikasi meratanya ekonomi masyarakat saat ini. Sehingga kota besar baru di wilayah Indonesia tidak mengherankan semakin banyak yang bisa dijumpai.
"Potensinya masih banyak yang belum tergarap maksimal. Kemungkinan kita akan buka gerai di Pekanbaru, Riau, lalu kota-kota lainnya," ujarnya.
Hingga saat ini jumlah gerai Carrefour yang sudah ada mencapai 85 unit (termasuk gerai terbaru Kota Casablanka), namun jumlah itu diperkirakan bakal terus naik hingga 100 unit hingga akhir tahun. "Kita utamakan kota provinsi, tapi kota penyangganya juga tidak kita lepaskan," ujarnya. "
Untuk tahun depan, peritel milik grup CT Corporation ini lebih banyak memfokuskan di lndonesia timur. Beberapa kota yang telah menjadi incaran yakni Makassar, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. "Presentasinya bisa 60:40 dengan Pulau Jawa dan Sumatra,".
Ia mengklaim semakin banyaknya jaringan carrefour yang dibuka turut serta mendistribusikan produk domestik secara nasional, sebab sebagian besar barang yang dijual merupakan produk domestik. "Tidak benar bila kita dikatakan mematikan pasar tradisional yang ada," tandasnya.
Meskipun potensinya cukup besar, ia mengakui masih memiliki kendala saat ekspansi perusahaan berlangsung, mulai perizinan birokrasi yang berbelit hingga infrastruktur yang belum merata. "Tapi kita optimistis bisa terus membuka gerai kita di luar Jawa," tutupnya.