Beranda»Ritel & Grosir»Permintaan tinggi, harga semen di Banda Aceh naik

Permintaan tinggi, harga semen di Banda Aceh naik

RIZKY ~ BISNIS ACEH
Jum`at, 02 November 2025 19:20 WIB

 

semenFOTO : ISTIMEWAsemen

BANDA ACEH - Harga bahan bangunan semen mengalami kenaikan sebesar Rp 5.000 per saknya. Kenaikan tersebut dipicu oleh berkurangnya jumlah pasokan yang diterima dari distributor luar daerah. Kondisi tersebut telah terjadi semenjak sebulan terakhir dan belum dapat dipastikan kapan akan normal kembali.

Pedagang semen di Toko Kembang Tanjung Peunayong Rizal mengatakan, harga semen saat ini dijual pada kisaran Rp 45 ribu hingga Rp 48 ribu per saknya. sebelum mengalami kenaikan harga, pihaknya menjualnya dengan harga berkisar antara Rp 42 ribu hingga Rp 44 ribu persaknya. Menurutnya, pihaknya menaikkan harga karena minimnya pasokan semen ke Aceh saat ini.

"kenaikan harganya sudah terjadi sejak awal Oktober lalu, naiknya hingga Rp 5 ribu persaknya bang. kami pun ngambil barangnya susah karena minimnya pasokan semen yang ada" ujarnya.

Rizal menambahkan naiknya harga semen sudah terjadi dari tingkat distributor, sehingga sesampai pada pengencer otomatis harga pun ikut mengalami kenaikan.
selain itu menurutnya, kenaikan harga semen juga dipicu oleh tingginya volume pekerjaan proyek menjelang dan sesudah lebaran Idul Adha.
"kemarin sebelum lebaran, banyak pemesanan semen untuk bangunan dan rumah tangga, mungkin ini juga menjadi pemicu mahalnya harga semen" jelasnya.

Sementara pedagang Toko Bangunan Peunayong Fahmi mengatakan akibat kenaikan harga semen tersebut, pihaknya mengaku kekurangan pembeli. Meski demikian, kenaikan harga semen tergolong wajar dan tidak perlu dikhawatirkan karena setiap tahun harga semen melambung pada saat akhir tahun.

 “pada akhir tahun melonjaknya harga semen ini memang sudah biasa terjadi. Kemungkinan pada akhir tahun atau awal tahun depan harganya akan kembali normal dan pembeli akan berkurang juga,” katanya.

Fahmi menambahkan meski harga semen mengalami kenaikan yang signifikan, lain halnya dengan harga besi yang justru mengalami penurunan dari sebesar Rp 50 ribu menjadi Rp 47 ribu per batang. menurutnya, meski harga tersebut mengalami penurunan, namun jumlah pembeli juga belum tergolong banyak.

"kondisi penjualan  tidak mengalami perubahan. harga-harga ini juga tidak mempengaruhi penjualan. karena kalau pembeli sedang membutuhkan, maka mereka tetap saja akan membelinya" tutur Fahmi.


Terkait

    Redaksi:
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


    Komentar Anda
    Close