BANDA ACEH - Pemerintah Selandia Baru membantu pembangunan gedung yang dilengkapi ruang laboratorium dan perpustakaan Universitas Muhammadiyah (Unmuha) Banda Aceh.
Rektor Unmuha Muharrir Asy’ari di Banda Aceh, Kamis, menjelaskan Pemerintah Selandia Baru juga membantu alat-alat laboratorium teknik sipil, biologi, psikologi, fisioterapi dan buku-buku perpustakaan Unmuha.
“Pembangunan gedung ini juga terkait dengan bahagian bantuan Selandia Baru terhadap rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pascatsunami, 26 Desember 2014,” katanya menjelaskan.
Gedung yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung itu menelan anggaran senilai Rp20 miliar, kata rektor Unmuha.
Peresmian gedung Unmuha itu juga dihadiri Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia David Taylor, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Gubernur Aceh Zaini Abdullah.
Salah satu negara yang aktif membantu Aceh pascatsunami itu adalah Selandia Baru, dan Unmuha merupakan juga penerima bantuan dari negara tersebut, kata rektor.
“Bantuan gedung dan peralatan ini sangat berarti bagi Unmuha yang kini berusia 27 tahun,” Muharrir Asy’ari.
Disebutkan, kini Unmuha memiliki enam fakultas dan dua akademi dengan 13 program studi serta jumlah mahasiswa aktif mendekat lima ribu orang.
“Meski Unmuha adalah universitas swasta dibawah organisasi Muhammadiyah, namun tidak mendasarkan kerjanya pada mencari keuntungan, tapi lebih menitikberatkan pada tujuan sosial dan kemanusiaan,” kata rektor menambahkan.
Sementara itu, Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan bantuan dari negara donor tersebut diharapkan menjadi pemicu bagi Unmuha Aceh agar lebih berkembang dan tampil sebagai salah satu universitas bergengsi di Sumatera.
Sumber : antara