Beranda»Berita Utama»Pengamat : Milad GAM seharusnya tidak perlu ada

Pengamat : Milad GAM seharusnya tidak perlu ada

UTAMA ~ BISNIS ACEH
Senin, 03 Desember 2012 17:19 WIB

[FOTO : Ist]">FOTO : IstAl Chaidar

BANDA ACEH - Pengamat terorisme yang juga merupakan dosen Universitas Malikussalah, Lhokseumawe, Al Chaidar menegaskan bahwa seharusnya peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) atau biasa disebut Milad GAM tidak perlu ada lagi, hal ini dikarenakan sudah sangat tidak kontekstual terhadap kondisi Aceh hari ini.

"Saya pikir Aceh itu sudah damai, jadi peringatan semacam Milad GAM yang biasanya dilangsungkan tiap 4 Desember tidak perlu ada," katanya kepada Bisnis Aceh hari ini, Senin.

Menurutnya, pelaksanaan Milad GAM yang akan diselenggarakan besok, akan mengurangi semangat dan spirit perdamaian yang berlangsung di Aceh hari ini.

"Sudah sangat tidak kontekstual lagi kalau kita bicara peringatan Milad GAM," tegasnya.

Ia justru berpendapat, jika Milad GAM terus diperingati, maka hal ini akan berbahaya terhadap keberlangsungan perdamaian di Aceh, karena ini akan justru memunculkan semangat separatisme kembali.

"Jika setiap tahun ada peringatan Milad GAM, maka generasi nanti akan mencari tau makna Milad tersebut, dan ini akan kembali menumbuhkan bibit dan semangat separatisme di Aceh," ujarnya.

Seharusnya, tambahnya, hal yang penting diperingati di Aceh adalah peristiwa bersejarah 15 Agustus 2005, dimana hari tersebut merupakan makna penting dalam pembangunan perdamaian Aceh.

"15 Agustus lebih utama, dan seharusnya inilah momen bersejarah bagi perjuangan Aceh, bukan 4 Desember," ulasnya.

Bahkan Al Chaidar menepis bahwa jika 4 Desember dijadikan landasan historis proses pembangunan perdamaian Aceh adalah hal yang salah, karena 4 Desember tidak relevan jika dijadikan landasan historis.

"Kan di Aceh juga banyak landasan historis lainnya, misalnya ikrar lamteh, karenanya saya pikir tidak usah lagi lah kita peringati 4 Desember sebagai perayaan Milad GAM," tukasnya.

Al Chaidar juga mengingatkan bahwa, 15 Agustus adalah momentum yang jauh lebih penting diperingati, daripada 4 Desember, karena tanggal itulah yang menjadi awal para tokoh dan pejuang GAM dapat memperoleh kekuasaannya hari ini di Aceh.

"Kan karena 15 Agustus mereka bisa berkuasa dan merebut kekuasaan, bukan karena 4 Desember," tandasnya.



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda

Terbaru di Berita Utama

Close